Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Desember 2025, 17.28 WIB

Kaleidoskop 2025: 6 Kasus Bullying Paling Tragis, Ada yang Tewas Dikeroyok Hingga Bom Balas Dendam!

Mahasiswa diduga korban bullying di Universitas Udayana yang bunuh diri, Timothy Anugerah Saputra. (X @wonyukal) - Image

Mahasiswa diduga korban bullying di Universitas Udayana yang bunuh diri, Timothy Anugerah Saputra. (X @wonyukal)

JawaPos.com - Tahun 2025 menjadi tahun yang kelam bagi dunia pendidikan Indonesia. Fenomena perundungan atau bullying mencatatkan rapor merah dengan rentetan tragedi yang tak hanya menyisakan luka fisik, tapi juga merenggut nyawa.

Angka kasus perundungan di tahun ini diprediksi melonjak drastis dibanding 2024. Ironisnya, para pelaku dan korban mayoritas masih berstatus pelajar. Berikut adalah Kaleidoskop 2025: Deretan Kasus Bullying Paling Tragis yang disusun secara kronologis dari awal hingga akhir tahun.

1. Bocah SD di Riau Tewas Dikeroyok karena Suku dan Agama

Tragedi memilukan terjadi di Riau pada Mei 2025. KB, 8, seorang siswa kelas 2 SD, harus kehilangan nyawa setelah diduga dikeroyok oleh lima orang kakak kelasnya. Motifnya sangat sensitif yakni perbedaan latar belakang suku dan agama.

Puncaknya terjadi pada 19 Mei, saat ban sepeda KB dikempeskan pelaku. Beberapa hari kemudian, kondisi KB memburuk hingga mengalami muntah darah dan kejang-kejang sebelum akhirnya meninggal dunia pada 26 Mei.

Gimson Beni Butarbutar, ayah korban, mengungkapkan kepedihannya.

"Seminggu yang lalu, dia itu sudah sering di-bully. Dibilang suku ini, agama ini. Itu sebelum dia sakit. Itu biasalah karena mereka namanya anak-anak sekolah," ujar Gimson.

2. Viral Video Penganiayaan Remaja di Sawah Bondowoso

Pada 23 Juli 2025, sebuah video kekerasan di Desa Pengarang, Bondowoso, mendadak viral. Seorang remaja berusia 15 tahun menjadi sasaran amuk dua temannya di tengah sawah hanya karena masalah sepele yakni menggunakan jaket milik kelompok pelaku.

Dalam video tersebut, korban hanya bisa pasrah saat ditendang dan dipukuli tanpa ampun. Mirisnya, rekan-rekan pelaku lainnya justru menonton dan merekam kejadian tersebut.

"Ayo kamu mengeluh. Makanya jangan sembarangan pakai. Lihat dulu. Mau nangis, kamu laki-laki," hardik pelaku dalam video tersebut.

3. Tragedi 'Wadon' di SMPN 1 Geyer Grobogan

Bulan Oktober menjadi bulan paling berdarah. Kasus pertama menimpa ABP (12), siswa SMPN 1 Geyer, Grobogan. Kejadian bermula saat korban diejek dengan sebutan "wadon" (perempuan) oleh temannya saat kerja bakti pada 14 Oktober.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore