
Arya Daru Pangayunan (ADP), 39, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. (Radar Jogja).
JawaPos.com - Penyelidikan atas kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (kemlu )Arya Daru Pangayunan akhirnya dihentikan oleh polisi.
Arya Daru Pangayunan pertama kali ditemukan oleh polisi pada 8 Juli 2025. Ia ditemukan tewas dalam keadaan kepala terlilit lakban kuning dan plastik.
Sepanjang penyelidikan kasus kematian Arya Daru Pangayunan, polisi berhasil mengungkap sejumlah fakta. Meski demikian, fakta-fakta itu berujung kesimpulan bahwa tidak ada unsur pidana dalam kasus itu.
Berdasar dokumen pemberitaan JawaPos.com, sebelum ditemukan tewas, Arya Daru terekam pada beberapa Closed Circuit Television (CCTV).
Termasuk CCTV di lingkungan tempat tinggalnya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus). Di Jakarta, pria asal Jogjakarta itu menyewa satu kamar kos. Rekaman CCTV menunjukkan bahwa Arya Daru pulang setelah bepergian.
Tidak hanya itu, rekaman CCTV menunjukkan bagaimana penjaga kos membuka paksa kamar kos yang ditempati oleh Arya Daru.
Sebelumnya, polisi mengungkap bahwa istri Arya Daru sempat menghubungi penjaga kos sebanyak 3 kali. Pertama kali pada pukul 22.40 WIB di tanggal 7 Juli 2025, kedua pada 8 Juli 2025 pukul 00.48 WIB dan ketiga pada pukul 05.27 WIB.
Setelah itulah Arya Daru ditemukan sudah tidak bernyawa di atas ranjangnya. Polsek Metro Menteng dan Polres Metro Jakpus langsung menindaklanjuti temuan jenazah pria berusia 49 tahun itu.
Namun, kasusnya menyita perhatian publik sehingga diambil alih oleh Polda Metro Jaya. Pada 29 Juli 2025, Polda Metro Jaya membeber hasil penyelidikan kasus tersebut.
Brigjen Ade Ary Syam Indradi yang kala itu masih bertugas sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa lilitan lakban kuning pada kepala Arya Daru adalah lakban yang biasa dibeli oleh diplomat untuk bepergian ke luar negeri.
Polisi mengonfirmasi hal itu kepada istri Arya Daru. Dibenarkan bahwa lakban tersebut dibeli pada Juni 2025.
”Terkait dengan Lakban kuning, berdasarkan keterangan istri korban, bahwa lakban tersebut dibeli pada akhir bulan Juni di Toko Merah, Gedong Kuning, Jogjakarta. Lakban itu pun ada juga di rumah korban di Jogjakarta dan segera akan diserahkan kepada penyidik sebagai pembanding,” ungkap Ade Ary.
Berdasar hasil otopsi, dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang terlibat dalam otopsi tersebut menyatakan bahwa kematian Arya Daru diperkirakan terjadi 8 jam sebelum pemeriksaan luar berlangsung pada hari jenazah ditemukan.
Berdasar perkiraan tersebut, Daru diperkirakan kehilangan nyawa pada pagi hari. Sebab, pemeriksaan luar berlangsung pukul 13.55 WIB.
Dari otopsi tersebut, dokter RSCM mengungkap beberapa lebam dan memar pada jenazah Arya Daru biasa muncul pada seseorang yang telah meninggal dunia.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
