Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Oktober 2025, 19.57 WIB

8 Ungkapan Kuno Generasi Boomer yang Masih Terucap Meski Tidak Relevan di Era Digital

Ilustrasi seorang kakek sedang menggunakan ponsel./Freepik - Image

Ilustrasi seorang kakek sedang menggunakan ponsel./Freepik

JawaPos.com - Anda mungkin pernah menggaruk kepala setelah mendengar frasa seperti "putar telepon" atau "gulirkan jendela mobil". Ungkapan-ungkapan tersebut terasa janggal dalam dunia perintah suara dan layar sentuh modern saat ini. Kesenjangan bahasa ini menunjukkan seberapa cepat komunikasi kita berevolusi meninggalkan frasa yang sudah tidak relevan.

Ini bukan sekadar masalah kebiasaan lama yang sulit dihilangkan. Melansir dari Geediting.com Selasa (7/10), ada delapan frasa usang yang sering digunakan generasi Baby Boomer. Mari kita telusuri peninggalan linguistik ini untuk memahami asalnya yang menarik.

Berikut adalah delapan ungkapan kuno yang terus diucapkan generasi Boomer:

  1. "Jangan Sentuh Tombol Pemutar"

"Pemutar" dan televisi dulunya berjalan beriringan pada zaman TV lama. Dahulu, orang harus memutar kenop untuk beralih antara sedikit saluran yang tersedia. Frasa ini tidak lagi masuk akal di dunia TV pintar dan layanan streaming.

  • "Suaramu Seperti Piringan Rusak"

  • Ungkapan ini berasal dari piringan hitam yang tergores lalu melompat dan mengulang baris yang sama. Frasa ini digunakan untuk menyebut seseorang yang terus mengulang perkataan secara repetitif. Ini terasa seperti anakronisme yang menarik di era musik digital.

  • "Gulirkan Jendela Mobil"

  • Frasa ini berasal dari masa ketika jendela mobil dioperasikan secara manual. Sebuah pegangan harus diputar atau "digulirkan" untuk membuka atau menutup jendela mobil. Kini, membuka jendela hanya dengan menekan tombol, membuat frasa ini ketinggalan zaman.

  • "Jatuhkan Koin Sepuluh Sen"

  • Anda mungkin mendengar ini ketika Boomer berbicara tentang membocorkan informasi atau memberi tahu seseorang. Frasa ini berasal dari telepon umum yang hanya memerlukan sepuluh sen untuk menelepon. Telepon umum kini lebih merupakan artefak perkotaan daripada alat komunikasi.

  • "Membuat Film" (Filming)

  • Meskipun banyak orang masih menyebutnya "membuat film" saat mengambil video, ini agak keliru pada era digital. Istilah ini berawal saat gambar bergerak benar-benar direkam pada strip film. Proses itu jauh berbeda dengan kemudahan merekam lewat ponsel pintar kita.

  • "Salinan Karbon" (Carbon Copy)

  • Di dunia surel, kita sering menggunakan istilah "cc" tanpa memikirkannya secara mendalam. Frasa ini adalah sisa dari zaman kertas karbon yang digunakan untuk membuat salinan dokumen. Sekarang kita bisa menduplikasi dokumen digital tanpa perlu usaha fisik.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore