Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 19.19 WIB

7 Cara Orang Kelas Atas Menyelesaikan Konflik yang Sering Terlihat Pasif-Agresif di Kelas Sosial Lain

Cara kelas atas menyelesaikan konflik yang terlihat pasif-agresif di kelas sosial lain

JawaPos.com – Kelas atas memiliki gaya tersendiri dalam menghadapi konflik yang berbeda dari kelas sosial lain.

Sering kali penyelesaian konflik di kelas atas terlihat elegan, meski bagi kelas sosial lain dianggap pasif-agresif.

Konflik dalam kelas atas jarang diselesaikan secara frontal, melainkan dengan cara yang lebih halus dan penuh simbol.

Sikap pasif-agresif di kelas sosial lain bisa jadi strategi tersendiri bagi kelas atas dalam menjaga citra dan kehormatan.

Penyelesaian konflik oleh kelas atas memperlihatkan dinamika unik antara status, gaya hidup, dan pola interaksi sosial.

Dilansir dari geediting.com pada Rabu (8/10), bahwa ada tujuh cara orang kelas atas menyelesaikan konflik yang sering terlihat pasif-agresif di kelas sosial lain.

  1. Memanfaatkan waktu dan jadwal untuk menolak

Orang berpengaruh hampir tidak pernah mengatakan "tidak" secara langsung ketika menghadapi permintaan yang tidak mereka inginkan.

Mereka lebih memilih strategi menunda rapat ke tanggal yang tidak jelas atau mengaku sudah ada komitmen penting lain yang bertabrakan dengan jadwal.

Balasan email mereka biasanya datang dua hari kemudian ketika keputusan sebenarnya sudah dibuat dan momentum sudah hilang.

Cara ini membantu menjaga hubungan tetap harmonis karena lingkaran orang berpengaruh sangat bergantung pada pertukaran bantuan dan kerja sama jangka panjang.

Jika kamu mendapat perlakuan seperti ini, segera minta keputusan dengan batas waktu yang tegas dan berikan dua pilihan konkret yang harus dipilih.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore