Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Oktober 2025, 13.33 WIB

Fenomena ‘Eldest Daughter Syndrome’: Tekanan Tak Terlihat yang Dialami Anak Perempuan Pertama dan Dampaknya Sepanjang Hidup

Fiona Gallagher dalam serial Shameless menggambarkan beban anak perempuan sulung yang harus jadi orang tua bagi keluarganya.

JawaPos.com – Menjadi anak perempuan pertama sering kali dianggap sebagai kebanggaan keluarga. Namun di balik citra sebagai panutan dan penopang adik-adiknya, ada beban emosional yang tak kasatmata. 

Banyak perempuan sulung tumbuh dengan perasaan harus selalu kuat, bertanggung jawab, dan tak boleh gagal, bahkan ketika mereka sendiri rapuh. 

Fenomena parentified daughter atau menjadi ‘orang tua ketiga’ yang mereka alami bukanlah pilihan, melainkan hasil dari tuntutan keluarga yang menempatkan mereka sebagai penopang utama. 

Sejak kecil, mereka terbiasa mengatur, menengahi konflik, dan mengorbankan diri demi menjaga keharmonisan rumah tangga—beban yang kerap terbawa hingga dewasa dan memengaruhi cara mereka berpikir serta membangun hubungan dengan orang lain.

Dilansir dari YouTube The Take, Minggu (12/10), Jawa Pos akan membedah pola pengasuhan yang membuat anak sulung perempuan kerap ‘terparentifikasi.’ Berikut beberapa poin penting yang diungkap.

1. Beban Peran yang Muncul Sejak Kecil

Anak perempuan  pertama sering kali dituntut menjadi contoh dan penjaga ketertiban keluarga. Mereka tumbuh dalam ekspektasi untuk ‘selalu benar’ dan ‘tak boleh gagal.’

Tak jarang, orang tua juga kerap menjadikan anak pertama sebagai tempat curhat atau pelampiasan emosi, seolah-olah mereka sudah cukup dewasa untuk memahami masalah orang tua. 

Kebiasaan ini secara tak sadar membuat anak pertama perempuan memikul beban emosional orang tua dan belajar menekan perasaan sendiri. 

Dari masa ke masa, pola ini terlihat dalam budaya maupun kisah klasik seperti karya Jane Austen, di mana perempuan sulung digambarkan harus berkorban demi kewajiban dan kehormatan keluarga.

2. Terjebak antara Cinta dan Tanggung Jawab

Banyak anak sulung perempuan hidup dalam dilema antara mengikuti hati atau menjalankan tanggung jawab. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore