Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Oktober 2025, 14.08 WIB

10 Pujian Romantis yang Ternyata Bukan Tanda Cinta, tapi Bentuk Manipulasi Terselubung

Ilustrasi seseorang yang mengucapkan kalimat pujian romantis yang ternyata bukan tanda cinta, melainkan bentuk manipulasi terselubung terhadap pasangannya./freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang mengucapkan kalimat pujian romantis yang ternyata bukan tanda cinta, melainkan bentuk manipulasi terselubung terhadap pasangannya./freepik

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, pujian romantis sering kali dianggap sebagai bukti cinta dan kasih sayang.

Kata-kata manis seperti “kamu sempurna” terdengar begitu hangat di telinga dan mampu membuat siapa pun merasa istimewa.

Namun tanpa disadari, tidak semua pujian tersebut lahir dari ketulusan. Ada kalimat yang sengaja dirangkai untuk menggugah emosi, menumbuhkan ketergantungan, bahkan mengikis batasan diri secara perlahan.

Inilah yang disebut manipulasi terselubung, di mana seseorang menggunakan kata-kata lembut untuk mengendalikan pasangannya tanpa terlihat jahat.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Senin (13/10), berikut merupakan 10 pujian romantis yang ternyata bukan tanda cinta, melainkan bentuk manipulasi terselubung.

1. “Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini terhadap siapa pun sebelumnya.”

Kalimat ini terlihat sangat romantis, seolah-olah kamu adalah orang yang benar-benar istimewa.

Namun sebenarnya ini adalah cara untuk membuatmu cepat percaya dan menurunkan batas pribadi. Mereka ingin kamu merasa spesial agar kamu lebih mudah terbuka dan tidak berpikir panjang.

Biasanya, di awal hubungan, mereka akan sangat perhatian, tetapi lama-kelamaan sikapnya bisa berubah menjadi dingin.

Orang yang tulus tidak terburu-buru dalam menunjukkan perasaan, tetapi menghargai proses untuk mengenal satu sama lain.

2. “Kamu sempurna, jangan pernah berubah.”

Sekilas, kata-kata ini terdengar manis, tetapi ini bisa menjadi jebakan. Saat kamu dianggap “sempurna”, berarti mereka menciptakan gambaran yang tidak nyata tentang dirimu.

Ketika nanti kamu melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan mereka, kamu bisa disalahkan karena dianggap “berubah.”

Orang-orang seperti ini sangat suka mengagungkan di awal, lalu merendahkan setelah melihat kenyataan. Sementara orang yang benar-benar sayang tahu bahwa setiap orang akan tumbuh dan berubah seiring waktu.

3. “Hanya kamu yang bisa menenangkanku.”

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore