
Ilustrasi pasangan pensiunan yang sedang memeriksa laporan keuangan di rumah mereka./Freepik
JawaPos.com - Masa pensiun seharusnya menjadi periode keemasan yang santai dan penuh makna setelah puluhan tahun bekerja keras mencari nafkah.
Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa masa pensiun mereka bisa dirusak bukan oleh kesalahan besar, melainkan oleh kekeliruan kecil yang perlahan menggerogoti. Kebocoran dana dan hilangnya tujuan hidup sering kali datang tanpa disadari, mengubah impian pensiun menjadi perjuangan yang melelahkan.
Kesalahan-kesalahan ini sering kali terulang dan menjadi penyesalan umum bagi para pensiunan, seperti momen "seandainya saya tahu lebih awal." Pola penyesalan yang sama ini diam-diam dapat mengubah impian pensiun yang bahagia menjadi masa tua yang penuh kesulitan. Melansir dari geediting.com Jumat (17/10).
1. Meremehkan Biaya Perawatan Kesehatan
Satu di antara kekeliruan fatal adalah menganggap remeh besarnya pengeluaran untuk biaya kesehatan di masa depan. Fidelity memperkirakan pasangan berusia 65 tahun membutuhkan sekitar $300.000 hanya untuk biaya perawatan kesehatan selama masa pensiun mereka. Jumlah ini adalah titik buta finansial yang sangat besar dan dapat menghabiskan dana tabungan pensiun Anda secara diam-diam.
2. Menarik Dana Terlalu Banyak Terlalu Dini
Beberapa pensiunan mendekati dana tabungan mereka seperti anak kecil yang tidak sabar menghabiskan uang ulang tahunnya. Mereka berpikir "Akhirnya, saya bisa menikmati hidup!" dengan menarik dana tujuh atau delapan persen setiap tahun untuk renovasi dan perjalanan impian. Penarikan dana di tingkat tersebut berisiko membuat uang Anda habis padahal masih banyak tahun tersisa untuk dinikmati.
3. Kurangnya Kepercayaan pada Rencana Keuangan Sendiri
Riset menunjukkan bahwa hanya sekitar dua puluh persen pensiunan yang merasa "sangat yakin" memiliki dana yang cukup untuk pensiun nyaman. Kondisi ini membuat sebagian besar pensiunan hidup dengan ketidakpastian yang mengganggu tidur dan mengurangi kenikmatan hidup. Masalahnya bukan hanya tentang memiliki lebih banyak uang, tetapi memiliki rencana yang jelas agar pengetahuan mengalahkan ketidakpastian.
4. Tidak Memiliki Tujuan Jelas Selain Bekerja
Banyak pensiunan menyadari bahwa "mereka mungkin kehilangan sebanyak yang mereka peroleh dalam kehidupan pensiun baru mereka," seperti yang diungkapkan Kiplinger. Selama beberapa dekade, seseorang tahu persis ke mana harus pergi setiap pagi, dan tiba-tiba tidak ada lagi rutinitas seperti itu. Tanpa tujuan atau kegiatan bermakna, pensiun bisa terasa seperti pengasingan alih-alih kebebasan yang didambakan.
5. Mengabaikan Koneksi Sosial yang Ada
Tingkat isolasi di masa pensiun terbukti berkaitan dengan penurunan kognitif, depresi, dan bahkan memperpendek harapan hidup seseorang. Interaksi harian, percakapan makan siang, bahkan keluhan tentang pekerjaan, adalah lem sosial yang tidak kita hargai sampai menghilang. Membangun pertemanan membutuhkan usaha ketika Anda tidak lagi disatukan oleh keadaan, sehingga lingkaran sosial dapat menyusut tanpa disadari.
6. Kesalahan Waktu Klaim Jaminan Sosial
Keputusan untuk mengambil manfaat Jaminan Sosial pada usia 62 atau menunggu hingga usia 70 tahun dapat menghasilkan perbedaan puluhan ribu dolar seumur hidup. Banyak orang membuat keputusan ini hanya berdasarkan firasat daripada perhitungan matematis yang cermat. Mengambil tunjangan lebih awal berarti cek bulanan lebih kecil seumur hidup, dan keputusan ini umumnya sulit untuk diubah.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
