Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Oktober 2025, 23.14 WIB

Konsumsi Gula Berlebihan, Bisa Pengaruhi Suasana Hati dan Kecemasan Loh! Begini Penjelasannya Menurut Psikologi

Konsumsi Gula Berlebihan, Bisa Pengaruhi Suasana Hati dan Kecemasan Loh! Begini Penjelasannya Menurut Psikologi (Freepik/wayhomestudio) - Image

Konsumsi Gula Berlebihan, Bisa Pengaruhi Suasana Hati dan Kecemasan Loh! Begini Penjelasannya Menurut Psikologi (Freepik/wayhomestudio)

JawaPos.com - Kamu pasti pernah mendengar idiom “you are what you eat” kamu adalah apa yang kamu makan. Dan ternyata itu bukan hanya sekadar idiom belaka, apalagi kalau kita mengkaitkannya dengan konsumsi gula. 

Gula memang membuat segalanya terasa lebih nikmat, dari es krim sampai permen warna warni, semua menggiurkan, tapi ternyata bahan ini juga punya sisi gelap yang sering kita abaikan. 

Pada salah satu video di kanal Youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa, tanpa disadari, konsumsi gula berlebihan bisa memengaruhi cara otak bekerja, suasana hati, bahkan tingkat kecemasan kita loh!

Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana gula memengaruhi otak dan tubuh, mengapa bisa bikin kamu cemas atau cepat lelah, serta bagaimana cara menguranginya tanpa harus kehilangan rasa manisnya.

Gula Seperti Tamu Tak Diundang yang Mengacaukan Zat Kimia di Otak

Secara alami tubuh kita memiliki sistem keamaan atau sistem imun yang kuat dan ketat untuk menjaga diri dari zat-zat yang tidak dibutuhkan. Namun, ketika kamu mengonsumsi terlalu banyak gula, itu akan menghantatkan zat yang tidak diinginkan untuk masuk. Akibatnya, sistem imun kewalahan dan membuatnya jadi kacau.

Dalam otak, tamu tak diundang ini disebut cytokines, senyawa yang menyebabkan peradangan kronis dan bisa mengganggu produksi serotonin serta dopamin, dua bahan kimia penting yang mengatur suasana hati dan rasa bahagia. 

Menurut penelitian tahun 2014 dalam Journal of Depression and Anxiety, peradangan otak akibat kelebihan gula bisa meningkatkan risiko munculnya gejala depresi dan kecemasan. Jadi, meskipun kamu merasa “bahagia” setelah makan cokelat ketika sedih, efeknya justru bisa membuat otakmu makin sulit merasa tenang.

Efek “Sugar Crash”, Dari Energi ke Lelah Total

Setelah makan makanan manis, kamu mungkin merasa berenergi dan semangat, tapi tidak lama kemudian tubuh tiba-tiba terasa lemas. Inilah yang disebut sugar crash. Gula yang masuk ke tubuh diubah menjadi glukosa, yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar energi. 

Namun, jika kadar glukosa terlalu tinggi, tubuh akan memproduksi terlalu banyak insulin untuk menurunkannya. Akibatnya, kadar gula darah turun drastis dan membuat kamu merasa lelah, sulit fokus, bahkan kehilangan motivasi. Kondisi ini bisa mengganggu produktivitas dan kemampuan konsentrasi, terutama bagi kamu yang sedang belajar atau bekerja.

Mengapa Gula Begitu Sulit Dihindari?

Pada dasarnya gula memang bersifat adiktif. Penelitian tahun 2013 di Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care menunjukkan bahwa otak manusia bereaksi terhadap gula dengan cara yang mirip seperti terhadap narkoba. 

Gula memicu pelepasan dopamin yang menimbulkan rasa senang dan puas, membuat kita ingin mengulanginya lagi dan lagi. Tak heran jika semakin sering kamu makan manis, semakin sulit berhenti.

Cara Mengurangi Gula Tanpa Tersiksa

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore