Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Oktober 2025, 05.11 WIB

Anda Bisa Benar-Benar Bahagia di Masa Pensiun Jika Anda Berhenti Berpegang pada 7 Keyakinan Kuno Ini Menurut Psikologi

seseorang yang bahagia di masa pensiun./ Freepik/jcomp - Image

seseorang yang bahagia di masa pensiun./ Freepik/jcomp

JawaPos.com - Masa pensiun sering dibayangkan sebagai surga dunia: waktu untuk bersantai, menikmati hasil kerja keras, dan akhirnya bebas dari tekanan pekerjaan.

Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang justru merasa kehilangan arah, kesepian, atau bahkan tidak bahagia setelah pensiun.

Menurut psikologi modern, kebahagiaan sejati di masa pensiun bukanlah soal berapa banyak uang yang dimiliki, tetapi seberapa dalam seseorang mampu melepaskan “keyakinan kuno” yang diam-diam mengikat pikiran dan menggerogoti rasa damai batin.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (19/10), terdapat tujuh keyakinan lama yang perlu dilepaskan agar Anda bisa benar-benar menikmati babak kehidupan ini dengan penuh ketenangan, makna, dan sukacita.

1. “Nilai diri saya ditentukan oleh pekerjaan saya.”

Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa identitas mereka bergantung pada jabatan dan prestasi.

Ketika pensiun tiba, kehilangan peran profesional sering kali terasa seperti kehilangan jati diri.

Padahal, menurut psikologi eksistensial, makna hidup tidak hilang bersama kartu identitas kantor. Anda tetap berharga — bukan karena posisi, tapi karena pengalaman, kebijaksanaan, dan kontribusi yang bisa terus diberikan, sekecil apa pun.

Lepaskan label pekerjaan, dan Anda akan menemukan versi diri yang lebih autentik dan bebas.

2. “Saya sudah terlambat untuk memulai hal baru.”

Keyakinan ini adalah jebakan pikiran yang paling berbahaya di masa pensiun.

Banyak yang menganggap usia lanjut adalah akhir dari petualangan.

Faktanya, riset dalam Journal of Aging and Mental Health menunjukkan bahwa mempelajari hal baru di usia tua — seperti bermain musik, berkebun, atau bahkan belajar teknologi — mampu memperkuat fungsi otak dan meningkatkan rasa bahagia.

Tidak ada kata terlambat untuk merasa hidup kembali.

3. “Saya harus terus produktif agar merasa berguna.”

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore