
Ilustrasi sepasang kekasih yang marah di rumah./Freepik
JawaPos.com - Tidak semua kalimat manis yang diucapkan saat menjalin hubungan memiliki makna tulus, sebab beberapa pujian indah ternyata hanyalah alat untuk memanipulasi.
Pujian tersebut seringkali digunakan untuk mempercepat kepercayaan, mengaburkan penilaian, atau memaksa seseorang bekerja demi validasi yang sebenarnya tidak diminta sejak awal.
Khususnya narsisis, mereka cenderung menyukai pujian yang terdengar seperti pengabdian di hari pertama, tetapi terasa seperti belenggu di kemudian hari, melansir dari Global English Editing Rabu (22/10).
Jika Anda pernah merasa tersanjung sekaligus tidak nyaman pada waktu yang sama, kemungkinan besar naluri Anda sudah bekerja dengan baik dan memperingatkan adanya bahaya.
1. "Aku Belum Pernah Merasa Seperti Ini kepada Siapa Pun"
Kalimat ini adalah peluncuran roket yang terlalu cepat di awal kencan, menciptakan keintiman instan dan membuat Anda merasa sangat istimewa. Tujuannya adalah mempercepat hubungan melewati batas kepercayaan normal dengan memberi subteks agar Anda mengabaikan batasan diri sendiri. Dalam praktiknya, pujian ini termasuk love-bombing (kasih sayang berlebihan di awal) yang akan diikuti empati rendah di masa mendatang.
2. "Kamu Sempurna Jangan Pernah Berubah"
Meskipun terdengar seperti penerimaan, pujian ini sebenarnya adalah jebakan yang perlu diwaspadai sejak dini. "Sempurna" adalah fantasi, dan ketika Anda bertingkah normal, orang tersebut akan menuduh Anda "berubah" dari ekspektasi mereka. Narsisis memanfaatkan idealisasi untuk memuja pasangannya, lalu diikuti devaluasi saat realitas menunjukkan bahwa Anda juga hanyalah manusia biasa.
3. "Hanya Kamu yang Benar-benar Mengerti Aku"
Secara permukaan, ini terdengar intim, padahal sejatinya adalah isolasi diri yang tidak sehat di dalam sebuah hubungan asmara. Jika Anda satu-satunya orang yang "mengerti" mereka, umpan balik apa pun yang Anda berikan di masa depan dapat dibingkai sebagai pengkhianatan. Pujian ini juga menekan Anda untuk menjadi satu-satunya sumber empati bagi mereka, sebuah pekerjaan penuh waktu yang menguras emosi dan mental.
4. "Aku Tidak Pantas untukmu Kamu Terlalu Baik untukku"
Kalimat ini berpura-pura rendah hati, namun perhatikan apa yang terjadi setelahnya, Anda akan direkrut untuk meyakinkan nilai mereka. Anda akan didorong untuk memberikan keyakinan yang stabil akan harga diri mereka, lalu siklusnya akan berbalik dari "Aku tidak layak" menjadi "Kamu berutang padaku karena telah percaya padaku." Ini adalah cara halus untuk membuat Anda terus-menerus memvalidasi keberadaan mereka tanpa henti.
5. "Aku Suka Cara Kamu Tidak Seperti Orang Lain"
Pujian ini menyanjung keunikan Anda sambil secara terselubung menghina semua orang lain di sekitar Anda. Pesannya adalah: "Kamu luar biasa, jadi kamu pasti akan menerima pengecualian atau perilaku burukku yang tidak seperti orang lain." Di kemudian hari, ketika mereka melanggar standar yang berlaku, Anda akan diberitahu bahwa mereka pikir Anda berbeda dan akan memahami kesalahan yang telah dibuat.
6. "Kamu Menjadikan Aku Pria yang Lebih Baik"
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
