
ilustrasi sekelompok lansia tertawa bersama di taman./Freepik
JawaPos.com - Terkadang, sebuah kata yang sudah lama tidak terdengar bisa membangkitkan ingatan utuh akan masa lalu yang terasa menyenangkan, persis seperti kembali ke ruang tamu orang tua saat Natal.
Kekuatan bahasa terletak pada kemampuannya untuk membawa serta seluruh dunia pengalaman, bukan hanya mendeskripsikan suatu benda atau peristiwa semata.
Ketika orang tua mendengar kembali kata-kata masa muda mereka setelah puluhan tahun, sesuatu dalam diri mereka langsung bergeser penuh kehangatan, melansir dari Global English Editing Jumat (24/10).
Kata-kata ini mungkin telah hilang dari percakapan sehari-hari, namun masih menyimpan kekuatan luar biasa bagi mereka yang tumbuh besar mendengarnya setiap hari.
1. Icebox
Nenek banyak orang masih memanggil kulkasnya dengan sebutan "icebox" hingga akhir hayatnya, meskipun ia tidak lagi membutuhkan pengiriman es balok sejak tahun 1950-an. Bagi para boomer, kata ini menghubungkan mereka dengan masa ketika tukang es benar-benar datang membawa balok-balok es besar terbungkus karung goni. Kata ini membawa memori akan sistem kehidupan sehari-hari yang kini terasa sangat asing, di mana menjaga makanan tetap dingin memerlukan perencanaan dan tenaga fisik.
2. Groovy
Tidak ada yang lebih mengidentifikasi boomer selain menyebut sesuatu "groovy" dengan ketulusan yang murni, padahal bagi generasi tertentu, kata ini sempat mewakili segala sesuatu yang baik dan benar. Kata ini mencapai puncaknya di akhir tahun enam puluhan dan awal tujuh puluhan, namun seolah-olah tiba-tiba menjadi bahan lelucon dalam semalam. Bagi mereka yang menggunakannya dengan sungguh-sungguh, kata ini melambangkan seluruh sikap yang menghargai kedamaian, kreativitas, dan apresiasi santai terhadap kehidupan.
3. Pocketbook
Banyak orang bertanya mengapa ibu mereka bersikeras menyebut tas tangannya "pocketbook", padahal kata ini terdahulu terasa sangat formal. Kata tersebut sebagian besar telah digantikan oleh "purse" atau "handbag" di masa kini yang lebih populer dan fashionable. Namun, "pocketbook" membawa nuansa yang berbeda, terasa lebih praktis dan fungsional ketimbang sekadar fashion saja.
4. Swell
Mengucapkan "That's just swell" kini terdengar hampir seperti menyindir atau tidak tulus, padahal ada saatnya kata ini merupakan ungkapan utama untuk menunjukkan kepuasan sejati atau persetujuan tulus. Kata tersebut populer di tahun empat puluhan dan lima puluhan, sehingga boomer mendengarnya secara konstan dari orang tua dan kakak mereka. Saat mereka remaja, kata "swell" sudah mulai memudar, lalu digantikan oleh "cool" dan kemudian "groovy" pada waktunya.
5. Britches
Frasa "Too big for his britches" bertahan lebih baik daripada kata aslinya sendiri, tetapi bagi boomer yang tumbuh dewasa, "britches" hanyalah sebutan untuk celana, terutama celana kerja yang kokoh. Kata ini memiliki akar yang berasal dari berabad-abad yang lalu, tetapi pada pertengahan abad kedua puluh, kata itu mulai terdengar kuno di telinga orang muda. Namun, banyak orang tua dan kakek-nenek terus menggunakannya, dan kata itu meresap ke dalam kosakata anak-anak.
6. Fiddlesticks
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
