Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Oktober 2025, 15.56 WIB

6 Tanda Kamu Terjebak dalam Lingkaran Pertemanan Toxic, Menurut Psikologi

6 Tanda Kamu Terjebak dalam Lingkaran Pertemanan Toxic, Menurut Psikologi (Freepik)

JawaPos.com - Dalam hidup, kita semua ingin dikelilingi oleh teman yang mendukung dan memahami kita. Dengan orang-orang yang kita cintai, seperti keluarga dan sahabat, kita sering kali lebih mudah memaafkan kesalahan mereka. 

Kita berharap bahwa kasih sayang dan pengertian bisa membuat mereka berubah menjadi lebih baik. Namun, kapan sebenarnya kita harus menarik garis batas? Kapan sikap memaafkan berubah menjadi pembiaran terhadap hubungan yang tidak sehat? 

Jika kamu sering merasa lelah, tidak dipercaya, atau bahkan direndahkan oleh teman sendiri, mungkin saatnya mengevaluasi apakah kamu sedang berada di dalam pertemanan yang toxic. Berikut enam tanda menurut para ahli psikologi yang perlu kamu waspadai.

1. Tidak Ada Rasa Saling Percaya dan Dukungan

Pada salah satu video di kanal Youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa, psikolog Dr. Ben Michaelis menjelaskan bahwa kelompok pertemanan toxic biasanya dipenuhi dengan ketidakpercayaan dan sabotase. 

Alih-alih saling mendukung, mereka justru gemar bergosip, membocorkan rahasia, dan menjatuhkan satu sama lain. Dalam lingkaran ini, teman bisa berubah menjadi lawan tanpa disadari.

2. Kritik yang Merendahkan, Bukan Membangun

Menurut Dr. Elizabeth Lombardo, kejujuran memang penting dalam hubungan, tetapi niat di baliknya jauh lebih penting. Kritik yang sehat bertujuan membantu seseorang berkembang, sedangkan kritik toxic justru membuat kamu merasa kecil dan tidak berharga. 

Jika teman sering memberi “pujian” yang menyakitkan atau komentar pasif-agresif, itu tanda hubungan sudah tidak sehat.

3. Kompetisi yang Tidak Sehat

Dalam hubungan pertemanan yang toxic, keberhasilan seseorang sering dianggap ancaman. Dr. Janet Brdo menjelaskan bahwa teman seperti ini akan selalu berusaha menyaingi, menonjolkan diri, atau mengungkit kegagalanmu. Bukannya ikut bahagia, mereka justru berlomba untuk menjadi “yang lebih baik”.

4. Manipulasi dan Kontrol

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore