Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Oktober 2025, 05.40 WIB

7 Ciri-Ciri Utama Psikologis Orang yang Memilih Hidup dalam Ketidaktahuan Daripada ke Dokter

ilustrasi Seorang tampak lemas dan berbaring di ranjang kamar tidur./Freepik. - Image

ilustrasi Seorang tampak lemas dan berbaring di ranjang kamar tidur./Freepik.

JawaPos.com - Menghadapi kenyataan tentang kondisi kesehatan sering kali menjadi hal yang menakutkan bagi banyak orang, bahkan hingga membuat mereka lebih memilih untuk tidak tahu sama sekali.

Kecenderungan untuk menghindari pemeriksaan medis meskipun ada gejala tertentu bukanlah suatu hal yang aneh, melansir dari Global English Editing Senin (27/10).

Para ahli psikologi telah mengidentifikasi beberapa ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh individu yang lebih suka hidup dalam ketidaktahuan daripada menghadapi potensi berita buruk di klinik kesehatan.

1. Ketakutan Mendalam Terhadap Ketidakpastian

Satu di antara ciri yang paling umum adalah ketakutan yang mengakar pada hal-hal yang tidak bisa mereka prediksi atau kontrol di dalam hidup. Kesehatan adalah ranah yang sangat tidak terduga, sehingga membuat orang merasa lumpuh untuk mengambil keputusan penting seperti berobat. Carl Jung, seorang psikolog terkenal, pernah mengatakan bahwa hal yang paling menakutkan adalah menerima diri sendiri sepenuhnya, termasuk kondisi tubuh yang mungkin tidak sempurna.

2. Perilaku Menghindar (Avoidance Behavior)

Ciri ini merupakan bentuk klasik dari mekanisme menghindari realitas yang tidak menyenangkan agar tidak perlu dihadapi saat ini. Menghindari kunjungan dokter adalah upaya untuk mengelak dari rasa takut terhadap potensi diagnosis yang mungkin ditemukan. Sigmund Freud pernah berujar bahwa kita cenderung meremehkan kapasitas kita untuk menghindari masalah kesehatan, padahal tindakan tersebut bisa menyebabkan komplikasi lebih besar di masa depan.

3. Penyangkalan (Denial) sebagai Mekanisme Pertahanan Diri

Orang-orang dengan ciri ini cenderung berpikir bahwa jika mereka tidak mengakui suatu masalah, maka masalah itu tidak ada dan tidak nyata. Penyangkalan adalah mekanisme pertahanan diri untuk melindungi diri dari fakta yang berpotensi menyakitkan tentang kondisi tubuhnya sendiri. Abraham Maslow pernah menyoroti bahwa kita sering takut menghadapi sisi menakutkan dan tidak menyenangkan dari diri sendiri, termasuk mengenai isu mortalitas atau kematian.

4. Mengutamakan Kepuasan Instan Jangka Pendek

Ciri ini menunjukkan kecenderungan memilih kenyamanan saat ini, alih-alih manfaat jangka panjang yang didapatkan dari kunjungan ke dokter. Ketidaknyamanan untuk pergi ke dokter dan potensi perubahan gaya hidup terasa terlalu berat untuk ditanggung pada saat itu juga. Prinsip ini serupa dengan 'Tes Marshmallow' yang menunjukkan bahwa memilih kenyamanan instan di awal akan membawa hasil yang buruk di kemudian hari.

5. Kekhawatiran Berlebih Terhadap Penghakiman (Fear of Judgement)

Rasa takut dihakimi sering kali menahan seseorang untuk mencari bantuan medis, terutama jika mereka merasa gaya hidupnya akan dikritik oleh dokter. Orang-orang ini khawatir tentang apa yang mungkin dipikirkan oleh profesional medis mengenai kondisi atau kebiasaan buruk yang mereka miliki. Padahal, Brian Tracy mengatakan bahwa hadiah terbesar yang dapat diberikan adalah penerimaan tanpa syarat, yang juga berlaku untuk penerimaan diri sendiri tanpa menghakimi.

6. Keyakinan Keliru pada Penyembuhan Diri Sendiri

Beberapa orang menghindari dokter karena mereka memiliki kepercayaan yang salah bahwa tubuh mereka mampu menyembuhkan diri sendiri dari penyakit apa pun. Memang, tubuh manusia sangat tangguh dan mampu pulih dari banyak hal secara alami, namun keyakinan ini bisa menjadi masalah serius jika menghalangi intervensi medis yang diperlukan. Martin Seligman menekankan pentingnya optimisme, tetapi optimisme tersebut harus seimbang dengan realisme ketika menyangkut kesehatan yang serius.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore