Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Oktober 2025, 13.27 WIB

Memahami 10 Ungkapan Umum yang Sering Diandalkan Orang Canggung Secara Sosial

Ilustrasi seseorang yang terlihat ragu-ragu dan kaku saat berada di tengah kerumunan, mencerminkan ketidaknyamanan sosial./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang terlihat ragu-ragu dan kaku saat berada di tengah kerumunan, mencerminkan ketidaknyamanan sosial./Freepik

JawaPos.com - Dalam interaksi sehari-hari, kita sering mencapai frasa-frasa "aman" ketika merasa tidak yakin atau gugup dalam percakapan.

Kebiasaan ini adalah hal yang wajar bagi banyak orang, namun frasa pengaman tersebut dapat menghambat koneksi yang lebih dalam.

Perlu dipahami bahwa kecanggungan sosial bukanlah sebuah kekurangan; melansir dari Geediting.com Kamis (30/10), hal itu justru sinyal bahwa otak sedang mencari kepastian.

Kunci untuk mengatasi rasa canggung adalah dengan memiliki rencana komunikasi yang lebih baik. Hal ini akan membuat kita merasa lebih mantap tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain yang bukan diri kita. Mari kita bahas sepuluh frasa yang sering diandalkan oleh orang yang canggung secara sosial dan apa yang bisa diucapkan sebagai gantinya.

1. "Maaf..."

Penggunaan kata "maaf" yang berlebihan dapat melatih orang lain melihat Anda sebagai gangguan, bukan kontribusi yang berharga. Apologi yang kronis justru memusatkan perhatian pada kesalahan yang Anda anggap Anda lakukan, bukan pada pesan yang ingin disampaikan. Coba ganti dengan "Terima kasih sudah menunggu" atau "Bolehkah saya menambahkan sesuatu?".

2. "Mungkin aku terlalu memikirkannya."

Melabeli diri sendiri sebagai "terlalu memikirkan" sesuatu berarti Anda sudah melemahkan argumen Anda sebelum didengar orang lain. Anda bisa saja melihat detail penting yang terlewatkan oleh kelompok Anda. Ganti dengan "Ada satu detail yang sedang saya pertimbangkan" untuk menyampaikan ide Anda tanpa meragukannya.

3. "Aku tidak ingin mengganggumu."

Frasa ini memproyeksikan citra bahwa Anda adalah ketidaknyamanan bagi orang lain, padahal itu tidak benar. Jika Anda benar-benar membutuhkan sesuatu, mintalah dengan jelas. Coba ganti dengan "Apakah Anda punya waktu lima menit sore ini untuk melihat ini?".

4. "Apakah itu masuk akal?"

Ungkapan ini, meskipun terdengar sopan, secara implisit menyiratkan bahwa penjelasan Anda mungkin membingungkan atau kurang jelas. Lebih baik ganti dengan "Pertanyaan apa yang Anda miliki?" atau "Bagian mana yang perlu kita bahas lebih lanjut?".

5. "Aku cuma bercanda."

Menggunakan "cuma bercanda" sebagai tameng ketika lelucon tidak berhasil hanya akan menghindari tanggung jawab atas komentar Anda. Lebih baik akui saja dengan jujur. Anda bisa berkata, "Candaanku tidak kena, salahku" lalu kembali ke percakapan utama.

6. "Lupakan saja."

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore