
seseorang yang sering mengalihkan kesalahan saat meminta maaf./Freepik/hryshchyshen
JawaPos.com - Dalam dinamika hubungan—baik cinta, keluarga, maupun pekerjaan—permintaan maaf adalah jembatan penting untuk memperbaiki yang retak.
Namun, tidak semua maaf tercipta sama.
Tapi ada pula maaf manipulatif: terdengar benar, namun ujungnya menyalahkan orang lain, merelakan diri sebagai korban, atau menghindari tanggung jawab.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (4/11), menurut psikologi, kata-kata yang dipilih ketika seseorang meminta maaf dapat menjadi petunjuk apakah ia merupakan pribadi yang mampu bertanggung jawab atau justru melindungi ego.
Mereka yang sulit mengakui kesalahan cenderung menggunakan bahasa defensif, menyelipkan justifikasi, bahkan memutar balik kesalahan.
Menariknya, ada tujuh kata atau frasa yang sering digunakan dalam permintaan maaf manipulatif.
Jika frasa-frasa ini muncul, waspadalah—karena bisa jadi permintaan maaf tersebut bukan tentang memperbaiki hubungan, tetapi tentang mengalihkan tanggung jawab.
Mari kita bahas satu per satu.
1) “Tapi…”
Kalimat permintaan maaf yang diakhiri dengan “tapi” pada hakikatnya membatalkan maaf itu sendiri.
Contoh:
“Maaf ya, tapi kamu juga salah.”
Kata “tapi” menunjukkan bahwa ia berusaha membenarkan tindakannya dan menyiratkan bahwa Anda sebenarnya penyebab masalah.
Dalam psikologi komunikasi, ini dikenal sebagai pseudo-apology—bentuk maaf yang tidak tulus dan tidak mengakui kesalahan sepenuhnya.
2) “Kalau / jika kamu tidak…”
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
