
Mengapa Kamu Takut Terlalu Dekat dengan Seseorang? Ini Penyebab Psikologisnya (Freepik)
JawaPos.com - Apakah kamu pernah merasa sulit membuka diri kepada orang lain, bahkan ketika kamu benar-benar menyukai mereka?
Mungkin kamu sering dianggap terlalu pemilih, dingin, atau sulit diajak dekat.
Padahal, di balik sikap tersebut bisa jadi ada alasan psikologis yang lebih dalam. Rasa takut terhadap keintiman (fear of intimacy) bukan sekadar enggan menjalin hubungan, tapi bisa berakar dari pengalaman masa lalu yang menyakitkan.
1. Kamu Pernah Dikhianati atau Ditinggalkan
Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal youtube psikologi populer Psych2Go, psikolog klinis Leon F. Seltzer, Ph.D. menjelaskan bahwa hubungan yang dekat sering kali memunculkan kembali luka lama yang berhubungan dengan pengalaman pengkhianatan di masa lalu.
Pengalaman ini mungkin berasal dari keluarga, misalnya, orang tua yang bercerai, meninggalkan rumah, sakit berkepanjangan, atau bahkan meninggal saat kamu masih kecil.
Bentuk pengkhianatan seperti ini menanamkan rasa takut untuk kembali terluka, membuat kamu bertekad untuk tidak pernah lagi “menyerahkan hati” sepenuhnya. Kamu belajar bahwa ketika membuka diri, hasilnya selalu sakit. Karena itu, kamu terus menjaga jarak agar tidak terluka lagi, meski jauh di dalam hati, kamu tetap ingin dicintai dengan tulus.
2. Kamu Takut Tak Layak Diperjuangkan
Kamu mungkin sering berpikir bahwa orang yang tepat tak akan mau menunggu prosesmu untuk membuka diri. Kekhawatiran itu membuat kamu semakin menutup hati, bahkan sebelum hubungan dimulai.
Namun menurut Julie Niuan, seorang relationship coach, tidak apa-apa jika kamu ingin menjalani hubungan dengan tempo yang lambat. Yang menjadi masalah adalah ketika kamu sebenarnya ingin dekat, tapi justru menolak keintiman karena takut disakiti. Luka masa lalu atau pengalaman dihukum karena menunjukkan kerentanan bisa menjadi akar dari pola ini.
Ingat, kamu layak untuk dicintai dengan sabar. Orang yang tepat akan mengerti bahwa kamu butuh waktu untuk merasa aman.
3. Kamu Terlalu Terbiasa Mengandalkan Diri Sendiri
Kehidupan mungkin telah mengajarkanmu bahwa satu-satunya orang yang bisa kamu andalkan hanyalah dirimu sendiri. Kamu mandiri, kuat, dan terbiasa menyelesaikan segalanya tanpa bantuan siapa pun. Tapi jika kamu jujur pada diri sendiri, kamu tahu bahwa kadang rasa mandiri itu menyimpan kesepian.
Menurut psikoterapis Emy Lo, membangun citra bahwa kamu “tidak butuh siapa pun” bisa menjadi jebakan. Lama-kelamaan, kamu mulai percaya bahwa kamu memang tidak membutuhkan cinta. Padahal, manusia tetap membutuhkan hubungan yang sehat dan saling mendukung.
Ada perbedaan antara independensi yang sehat dan independensi yang berlebihan. Yang pertama tumbuh dari rasa percaya diri, sedangkan yang kedua berasal dari rasa takut untuk bergantung pada orang lain.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
