Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 18.55 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Nggak Suka Oversharing di Media Sosial Justru Punya 7 Ciri Kepribadian yang Kuat dan Dewasa Secara Emosional

Ilustrasi: Wanita yang sedang menatap ponsel. (Pexels)

JawaPos.com – Di era digital yang serba terbuka, berbagi informasi di internet telah menjadi bagian dari keseharian. Setiap momen, pikiran, bahkan perasaan pribadi dengan mudah dibagikan ke ruang publik hanya dalam hitungan detik.

Dalam arus komunikasi yang cepat dan transparan ini, muncul fenomena oversharing atau kecenderungan untuk membagikan terlalu banyak hal kepada publik, sering kali tanpa pertimbangan yang matang.

Namun, di tengah kebiasaan oversharing tersebut, ada kelompok yang tidak tergoda untuk mengumbar emosi secara daring dan mampu menahan diri dari kebutuhan untuk terus dilihat.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidak banyak berbagi di internet justru memiliki sejumlah ciri kepribadian yang kuat.

Melansir dari laman The Expert Editor, Selasa (11/11), dalam artikel ini akan membahas 7 ciri kepribadian kuat yang umumnya dimiliki oleh individu yang mampu menahan diri dari oversharing.

  1. Tidak membutuhkan validasi dari orang lain

Dorongan untuk oversharing sering kali muncul dari rasa untuk mendapatkan perhatian, validasi, atau keyakinan dari orang lain. Namun, kecenderungan tersebut menunjukkan sejauh mana rasa percaya diri seseorang bergantung pada pandangan luar.

Sebaliknya, individu yang tidak terlalu banyak berbagi biasanya memiliki validasi internal yang kuat dan tidak membutuhkan pengakuan publik untuk merasa cukup.

Mereka memproses emosi secara pribadi, melalui refleksi, menulis, atau berbicara dengan orang terdekat.

  1. Lebih menghargai interaksi nyata daripada dunia maya

Media sosial telah mengaburkan arti sebenarnya dari koneksi. Meskipun seseorang dapat memiliki ratusan bahkan ribuan teman daring, kedekatan yang tulus tetap jarang ditemukan.

Individu yang tidak banyak berbagi memahami bahwa hubungan sejati tidak ditentukan oleh jumlah suka atau tayangan, melainkan oleh kehadiran dan interaksi nyata.

Mereka lebih menghargai percakapan langsung daripada unggahan publik, serta memilih untuk benar-benar dikenal oleh sedikit orang daripada sekadar dilihat oleh banyak orang.

  1. Sadar akan batasan diri

Salah satu tanda utama kesehatan emosional adalah kemampuan menetapkan batasan yang jelas, termasuk dalam penggunaan internet. Oversharing sering terjadi ketika seseorang tidak menyadari batas antara ranah pribadi dan publik.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore