Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 20.31 WIB

10 Ungkapan yang Secara Rutin Dipakai Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah

Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara, dengan salah satunya terlihat bingung saat mendengarkan, menunjukkan ketidakselarasan emosional dalam percakapan./Freepik - Image

Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara, dengan salah satunya terlihat bingung saat mendengarkan, menunjukkan ketidakselarasan emosional dalam percakapan./Freepik

JawaPos.com - Kecerdasan emosional (EQ) memainkan peran yang sangat penting dalam keberhasilan hubungan interpersonal kita.

EQ yang rendah sering kali diungkapkan melalui penggunaan frasa-frasa tertentu yang menunjukkan kurangnya empati dan kesadaran diri. Frasa-frasa tersebut dapat dengan cepat merusak komunikasi dan membuat orang di sekitar merasa tidak dihargai.

Memahami hal ini dapat membantu kita mengenali pola bicara yang perlu dihindari agar interaksi menjadi lebih baik, karena kecerdasan emosional yang rendah dapat menghambat perkembangan hubungan, melansir dari situs Geediting.com Selasa (11/11).

Mari kita cermati sepuluh ungkapan yang sering digunakan orang dengan EQ rendah tanpa mereka sadari dampaknya.

1. "Kamu terlalu sensitif"

Ungkapan ini pada dasarnya adalah bentuk penolakan emosional dari lawan bicara Anda. Saat seseorang mengatakan ini, ia mengalihkan fokus dari perilakunya sendiri ke reaksi Anda. Ini seolah-olah mengatakan bahwa perasaan orang lain itu salah, padahal perasaan tidak bisa dibenarkan atau disalahkan.

2. "Coba lupakan saja"

Orang yang terus-menerus mengatakan ini percaya bahwa emosi dapat dimatikan layaknya saklar lampu. Mereka tidak memahami bahwa emosi perlu diproses, bukan sekadar diabaikan dan dilupakan. Ini adalah respons yang tidak peka terhadap penderitaan atau masalah orang lain.

3. "Memang sudah sifatku begitu"

Frasa ini sering digunakan sebagai tameng untuk menghindari tanggung jawab atas perilaku buruk yang merugikan orang lain. Orang dengan EQ rendah menggunakan ungkapan ini untuk membenarkan tindakan tanpa perlu berusaha untuk berubah. Ini menunjukkan keengganan untuk tumbuh dan belajar.

4. "Aku hanya jujur saja"

Kekejaman yang dibungkus dengan kejujuran adalah ciri khas EQ yang rendah. Mereka tidak menyadari bahwa kebenaran tanpa kepekaan sama dengan kekejaman yang tidak perlu. Orang-orang ini bangga mengatakan apa adanya tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain.

5. "Tenang saja"

Tidak ada yang membuat seseorang menjadi kurang tenang selain disuruh untuk tenang oleh orang lain. Ungkapan ini secara instan membatalkan emosi seseorang. Ini menunjukkan bahwa perasaan mereka dianggap tidak nyaman atau merepotkan.

6. "Semua terjadi karena suatu alasan"

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore