Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 November 2025, 03.10 WIB

Jika Kebebasan Finansial Adalah Tujuan Anda, Ucapkan Selamat Tinggal pada 4 Keyakinan Kelas Menengah Ini

seseorang yang berhasil bebas dari finansial./ Freepik/coffeekai - Image

seseorang yang berhasil bebas dari finansial./ Freepik/coffeekai

JawaPos.com - Banyak orang bermimpi mencapai kebebasan finansial: memiliki cukup aset untuk hidup nyaman tanpa harus bergantung pada gaji bulanan.

Namun, kenyataannya hanya sedikit yang benar-benar mampu sampai di sana.

Bukan semata karena kurangnya kerja keras, melainkan karena ada pola pikir (mindset) yang menahan mereka di posisi yang sama tahun demi tahun.

Banyak dari keyakinan itu tumbuh dari kultur kelas menengah—lingkungan yang menekankan stabilitas tetapi tidak selalu mengajarkan cara membangun kekayaan jangka panjang.

Dilansir dari Geediting pada Senin (10/11), jika tujuan Anda adalah mencapai kebebasan finansial, kini saatnya meninjau ulang empat keyakinan yang diam-diam dapat menjadi penghambat terbesar dalam perjalanan Anda.

1. “Yang Penting Punya Pekerjaan Stabil dan Gaji Tetap.”

Kelas menengah kerap memandang pekerjaan stabil sebagai indikator kesuksesan.

Punya kantor, seragam rapi, dan gaji masuk tepat waktu terasa aman.

Tidak salah. Namun, jika orientasinya adalah kebebasan finansial, maka gaji tetap saja tidak cukup.

Gaji adalah batas; kekayaan tidak.

Mengandalkan satu sumber pendapatan berarti hidup Anda sepenuhnya bergantung pada satu pintu.

Ketika pintu itu tertutup—PHK, resesi, atau perubahan industri—Anda akan rentan.

Para pencapai kebebasan finansial memahami bahwa:

Pendapatan aktif harus ditingkatkan, dan

Pendapatan pasif harus dibangun.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore