Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 November 2025, 03.15 WIB

Jika Anda Ingin Ikatan yang Lebih Kuat dengan Anak Seiring Bertambah Usia, Ucapkan Selamat Tinggal pada 5 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menjaga ikatan dengan anak./Freepik/freepik - Image

seseorang yang menjaga ikatan dengan anak./Freepik/freepik

JawaPos.com - Hubungan orang tua dan anak bukanlah sesuatu yang terbentuk sekali lalu selesai; ia adalah proses panjang yang berkembang sejalan waktu.

Seiring anak bertumbuh—beralih dari masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa muda—cara berkomunikasi, mendampingi, dan menunjukkan kasih sayang pun berubah bentuk.

Banyak orang tua ingin hubungan yang hangat hingga usia lanjut, namun sering kali dinamika sehari-hari justru memperlebar jarak tanpa disadari.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (9/11), dalam psikologi perkembangan, beberapa pola perilaku terbukti dapat melemahkan kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Jika Anda ingin membangun hubungan yang tetap hangat, suportif, dan penuh saling memahami, ada baiknya mulai menghilangkan lima perilaku berikut.

Mari kita bahas satu per satu.

1) Terlalu Mengontrol Kehidupan Mereka

Saat anak masih kecil, mengarahkan adalah hal wajar.

Namun ketika mereka mulai beranjak dewasa, kebutuhan terbesar mereka adalah ruang untuk belajar memutuskan sendiri.

Pola pengasuhan yang terlalu mengontrol (overcontrolling parenting) terbukti dapat menurunkan rasa kompetensi, meningkatkan stres, bahkan membuat hubungan emosional menjadi kaku.

Kontrol yang berlebihan mengirim pesan bahwa Anda tidak percaya mereka mampu.

Akibatnya, anak menjauh, merahasiakan hal-hal pribadi, atau mengabaikan pendapat Anda demi mempertahankan otonominya.

Apa yang bisa dilakukan?
Alihkan peran dari “pengatur” menjadi “penasihat”.

Berikan panduan hanya ketika diperlukan, dan biarkan mereka mengalami prosesnya—bahkan jika itu berarti melakukan kesalahan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore