
seseorang yang terus memaafkan orang yang tak berubah./Freepik/garetsvisual
JawaPos.com - Ada orang yang berkali-kali tersakiti, namun selalu kembali memaafkan.
Mereka tahu bahwa seseorang tak benar-benar berubah, tetapi hati mereka tetap terbuka, berharap suatu hari semuanya berbeda.
Bagi sebagian orang, tindakan ini dianggap ketulusan; bagi yang lain, dianggap kelemahan.
Namun yang sering terlupakan adalah bahwa perilaku ini sering berakar dari luka psikologis yang tidak terselesaikan.
Memaafkan adalah tindakan mulia.
Tetapi ketika memaafkan menjadi pola tanpa batas, bahkan ketika jelas orang tersebut terus mengulangi kesalahan yang sama, mungkin ada cerita lebih dalam—yang bersemayam di masa lalu.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (12/11), terdapat 8 luka yang sering kali dimiliki orang yang terus memaafkan tanpa syarat, meski berkali-kali dikecewakan.
1. Luka Penolakan di Masa Lalu
Mereka pernah merasa ditolak—oleh orang tua, keluarga, atau lingkungan.
Penolakan itu membentuk keyakinan bahwa dicintai harus lewat pengorbanan tanpa batas.
Akibatnya, ketika seseorang menyakiti mereka, mereka takut untuk pergi, karena rasa takut ditinggalkan jauh lebih menyakitkan daripada rasa sakit yang diterima.
2. Pola Asuh Tidak Konsisten
Orang yang dibesarkan oleh pengasuh yang hangat sekaligus menyakiti, cenderung mengulang pola itu dalam hubungan dewasa.
Mereka belajar bahwa cinta datang bersama rasa sakit.
Karena itu, mereka berulang kali memaafkan, berharap momen hangat itu datang kembali.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
