Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 November 2025, 04.36 WIB

Orang yang Terus Memaafkan Seseorang yang Tak Pernah Berubah Sering Kali Menyimpan 8 Luka Batinnya Sendiri Menurut Psikologi

seseorang yang terus memaafkan orang yang tak berubah./Freepik/garetsvisual - Image

seseorang yang terus memaafkan orang yang tak berubah./Freepik/garetsvisual

JawaPos.com - Ada orang yang berkali-kali tersakiti, namun selalu kembali memaafkan.

Mereka tahu bahwa seseorang tak benar-benar berubah, tetapi hati mereka tetap terbuka, berharap suatu hari semuanya berbeda.

Bagi sebagian orang, tindakan ini dianggap ketulusan; bagi yang lain, dianggap kelemahan.

Namun yang sering terlupakan adalah bahwa perilaku ini sering berakar dari luka psikologis yang tidak terselesaikan.

Memaafkan adalah tindakan mulia.

Tetapi ketika memaafkan menjadi pola tanpa batas, bahkan ketika jelas orang tersebut terus mengulangi kesalahan yang sama, mungkin ada cerita lebih dalam—yang bersemayam di masa lalu.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (12/11), terdapat 8 luka yang sering kali dimiliki orang yang terus memaafkan tanpa syarat, meski berkali-kali dikecewakan.

1. Luka Penolakan di Masa Lalu

Mereka pernah merasa ditolak—oleh orang tua, keluarga, atau lingkungan.

Penolakan itu membentuk keyakinan bahwa dicintai harus lewat pengorbanan tanpa batas.

Akibatnya, ketika seseorang menyakiti mereka, mereka takut untuk pergi, karena rasa takut ditinggalkan jauh lebih menyakitkan daripada rasa sakit yang diterima.

2. Pola Asuh Tidak Konsisten

Orang yang dibesarkan oleh pengasuh yang hangat sekaligus menyakiti, cenderung mengulang pola itu dalam hubungan dewasa.

Mereka belajar bahwa cinta datang bersama rasa sakit.

Karena itu, mereka berulang kali memaafkan, berharap momen hangat itu datang kembali.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore