Ilustrasi cara menyembuhkan inner child (Dok. Freepik)
JawaPos.com-Menyembunyikan rasa sakit nggak akan bikin inner child kamu sembuh. Justru, luka itu bisa muncul lagi saat kamu dewasa, dalam bentuk sulit membangun hubungan, gampang cemas, atau kesulitan memenuhi kebutuhan diri sendiri.
Karena itu, menyembuhkan inner child adalah langkah penting supaya kamu bisa hidup lebih tenang dan stabil secara emosional. Proses ini memang butuh waktu dan keberanian, tapi kamu bisa mulai dari langkah-langkah kecil. Yang terpenting, kamu mau mencoba dan terbuka pada proses penyembuhannya.
Berikut adalah 6 cara yang bisa kamu lakukan untuk menyembuhkan inner child seperti dirangkum dari Alodokter dan Halodoc!
1. Mengakui Keberadaan Inner Child
Langkah awal untuk mulai sembuh adalah mengakui bahwa inner child itu ada dalam diri kamu. Semua orang bisa terhubung dengan sisi masa kecilnya asal bersedia mengeksplorasinya. Kalau kamu menolak atau ragu untuk melihat masa lalu, proses penyembuhan akan terasa berat. Tugas kamu hanya mengenali dan menerima pengalaman masa kecil yang membuat kamu terluka.
2. Meditasi
Kalau kamu punya banyak pertanyaan dalam diri, coba temukan jawabannya lewat meditasi. Meditasi membantu kamu lebih sadar dengan apa yang kamu rasakan sehari-hari dan membuat kamu lebih nyaman menghadapi emosi negatif.
Dulu, saat kecil, kamu mungkin nggak bebas mengungkapkan perasaan. Akhirnya emosi-emosi itu terpendam. Meditasi membantu kamu belajar menerima dan mengekspresikan perasaan secara sehat. Ini juga cara memberi tahu inner child bahwa dia aman dan boleh merasakan apa pun.
3. Jadilah Terbuka
Penyembuhan inner child butuh keterbukaan. Dengan mulai menghubungi sisi terdalam diri kamu, artinya kamu sudah memulai perjalanan penting ini. Terbukalah pada orang yang kamu percaya, dan terus rawat diri kamu dengan penuh perhatian. Semakin kamu jujur dan terbuka, semakin kuat pula hubunganmu dengan diri sendiri.
4. Menulis Jurnal
Kalau kamu belum siap bercerita pada orang lain, menulis jurnal bisa jadi cara aman untuk mengeluarkan emosi. Dengan menulis, kamu bisa melihat ulang apa yang sudah kamu alami, yang baik maupun yang menyakitkan. Proses ini bikin kamu lebih mudah memahami apa yang perlu diperbaiki, baik itu perasaan, reaksi, maupun sikap.
5. Memahami Apa yang Terjadi dalam Diri
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
