Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 November 2025, 20.49 WIB

Orang yang Berpura-pura Menjadi Orang Kaya Biasanya Mereka Membeli 8 Barang Spesifik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berpura-pura menjadi orang kaya./Freepik/EyeEm - Image

seseorang yang berpura-pura menjadi orang kaya./Freepik/EyeEm

Jawapos.com - Dalam era media sosial, citra sering kali terasa lebih penting daripada kenyataan.

Banyak orang merasa perlu terlihat berhasil meski kondisi finansial mereka belum stabil.

Fenomena ini disebut impression management—sebuah dorongan psikologis untuk menampilkan versi terbaik diri, bahkan jika itu bukan cerminan kehidupan nyata.

Salah satu bentuk paling umum dari dorongan ini adalah membeli barang-barang tertentu untuk menciptakan ilusi kemapanan.

Psikologi menyebut perilaku ini sebagai symbolic consumption, yaitu membeli sesuatu bukan karena kegunaan, tetapi karena makna status yang disematkan pada barang tersebut.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (28/11), terdapat 8 barang spesifik yang biasanya dibeli orang yang berpura-pura kaya demi membangun citra mewah, lengkap dengan penjelasan psikologinya.

1. Barang Branded Aksesori Kecil (Dompet, Sabuk, Card Holder)

Aksesori kecil branded jauh lebih mudah dijangkau daripada produk besar seperti tas atau pakaian.

Banyak orang membeli dompet atau sabuk bermerek karena logo kecil di permukaannya cukup untuk memberi kesan “berkelas”.

Psikologinya:
Ini adalah bentuk status signaling dengan biaya terendah.

Mereka ingin diidentifikasi sebagai bagian dari kelompok mapan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

2. Sepatu Sneakers Edisi Terbatas

Sneakers hypebeast atau edisi kolaborasi sering menjadi pilihan karena dianggap simbol status modern.

Harganya bisa tinggi, tetapi masih dalam kategori yang bisa diusahakan.

Psikologinya:
Mereka mengejar validasi sosial. Menggunakan sesuatu yang “rare” memberi ilusi eksklusivitas—meski secara finansial belum stabil.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore