Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Desember 2025, 23.44 WIB

9 Kebohongan yang Sering Diceritakan Orang tentang Pensiun dan Bagaimana Menghadapinya dengan Bijak

seseorang yang sedang menceritakan masa pensiun./Freepik/freepik - Image

seseorang yang sedang menceritakan masa pensiun./Freepik/freepik

Jawapos.com - Pensiun sering dibayangkan sebagai babak hidup yang tenang: pagi tanpa alarm, waktu untuk keluarga, dan kesempatan melakukan hal-hal yang dulu tertunda.

Namun di balik gambaran manis itu, banyak mitos dan kebohongan yang tersebar—baik dari lingkungan sekitar maupun dari pikiran kita sendiri.

Kebohongan ini berbahaya bukan karena terdengar salah, tetapi karena terkesan masuk akal.

Padahal, salah satunya saja bisa membuat kehidupan pensiun berjalan lebih berat dari seharusnya.

Dilansir dari Geediting pada Senin (1/12), terdapat 9 kebohongan paling sering dipercaya tentang pensiun, beserta pelajaran penting yang perlu Anda pahami sejak sekarang.

1. “Nanti juga ada pemasukan dari anak-anak.”

Mitos ini sudah lama hidup di budaya kita.

Namun realitas ekonomi modern menunjukkan bahwa anak-anak memiliki beban mereka sendiri: cicilan, biaya rumah tangga, pendidikan anak mereka, hingga biaya hidup yang makin naik.

Mengandalkan anak berarti menempatkan masa depan Anda di tangan orang lain—dan itu bukan strategi finansial yang sehat.

Pelajaran: pensiun harus disiapkan sendiri. Bantuan anak adalah bonus, bukan fondasi.

2. “Saya masih lama pensiunnya, jadi bisa ditunda.”

Penundaan adalah musuh terbesar dalam perencanaan pensiun.

Semakin lama Anda menunda, semakin besar beban finansial yang harus dikumpulkan dalam waktu yang lebih singkat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore