Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Desember 2025, 23.47 WIB

Kamu Menerapkan 8 Teori Noam Chomsky tentang Media Ini? Anda Tidak Akan Pernah Menonton Berita Dengan Cara yang Sama Lagi

Ilustrasi kepribadian dari seseorang yang masih suka menonton berita di tv. Freepik - Image

Ilustrasi kepribadian dari seseorang yang masih suka menonton berita di tv. Freepik

JawaPos.com - Dalam kehidupan modern, media menjadi jendela utama yang memperkenalkan kita pada dunia.

Apa yang kita ketahui tentang politik, ekonomi, konflik internasional, hingga kehidupan selebritas, hampir semuanya dibingkai oleh media.

Namun, apa jadinya jika jendela itu tidak sebening yang kita bayangkan?

Dilansir dari Geediting pada Senin(1/12), Noam Chomsky—seorang intelektual publik yang dikenal kritis—menawarkan 8 teknik utama bagaimana media membentuk, memengaruhi, bahkan memanipulasi persepsi publik.

Setelah memahami teori-teori ini, Anda mungkin akan mulai bertanya-tanya: “Selama ini apakah saya benar-benar melihat dunia apa adanya, atau hanya versi yang ingin media tampilkan?”

Mari kita bahas delapan strateginya satu per satu—dan bersiaplah melihat berita dengan kacamata baru.

1. Mengalihkan Perhatian: Menyerang Fokus Publik ke Arah Lain

Media sering menggunakan teknik distraction: ketika ada isu besar yang tidak menguntungkan pihak tertentu, publik digiring untuk fokus ke berita lain yang lebih dramatis, emosional, atau sensasional.

Contoh sehari-hari? Ketika ada kebijakan kontroversial, berita tentang selebritas, kriminalitas, atau hal-hal yang memancing emosi tiba-tiba membanjiri layar.

Pelajaran untuk Anda:
Tanya selalu: “Apa yang tidak diberitakan hari ini?” Seperti melihat ilusi, sering kali yang menentukan bukan apa yang terlihat, tetapi justru apa yang sengaja tidak diperlihatkan.

2. Menciptakan Masalah, Lalu Menawarkan Solusi

Chomsky menyebutnya strategi problem–reaction–solution.

Media menonjolkan sebuah masalah (atau membesar-besarkannya), membuat publik panik, lalu mendorong publik menerima solusi tertentu yang sebenarnya sudah direncanakan sejak awal.

Teknik ini sangat efektif dalam isu keamanan, kriminalitas, atau kebijakan publik.

Pelajaran untuk Anda:
Ketika berita menakutkan muncul tiba-tiba, perhatikan: Siapa yang paling diuntungkan dari rasa takut ini?

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore