Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Desember 2025, 02.00 WIB

Orang yang Terlalu Cepat Berbagi Informasi Pribadi Biasanya Memiliki 7 Ciri Ini Menurut Psikologi

seseorang yang terlalu cepat berbagi informasi pribadi./Freepik/freepik - Image

seseorang yang terlalu cepat berbagi informasi pribadi./Freepik/freepik

JawaPos.com - Di era media sosial dan komunikasi serba instan, berbagi cerita pribadi terasa seperti kebiasaan yang wajar.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (3/12), psikologi menyebutkan bahwa orang yang terlalu cepat membuka diri—bahkan kepada orang yang baru dikenal—sering kali memiliki pola tertentu dalam kepribadian maupun emosinya.

Fenomena ini dikenal sebagai oversharing, dan meski sering tampak seperti sikap ramah atau spontan, ada dinamika psikologis yang lebih dalam di baliknya.

Mengapa seseorang mudah bercerita tentang kehidupan pribadinya?

Mengapa ada individu yang baru lima menit kenal tetapi sudah menumpahkan detail yang seharusnya hanya diketahui orang terdekat?

Mari kita bahas satu per satu—pelan, penuh makna—agar kita memahami bukan hanya orang lain, tetapi juga diri kita sendiri.

1. Mereka Memiliki Kebutuhan Kuat untuk Segera Membangun Koneksi

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan attachment behavior.

Orang dengan attachment tidak stabil—baik anxious maupun preoccupied—cenderung ingin mempercepat kedekatan.

Berbagi informasi pribadi dianggap sebagai jalan pintas untuk mendapatkan hubungan yang terasa “hangat” dan “akrab”, meski baru bertemu.

2. Rasa Kesepian Membuat Mereka Ingin Didengar

Kesepian tidak selalu terlihat.

Ada orang yang tampak ceria, aktif, dan sosial, tetapi hatinya sunyi.

Bagi mereka, berbagi cerita pribadi adalah bentuk pelampiasan emosional.

Kadang tanpa sadar, cerita mengalir karena mereka jarang merasa benar-benar dipahami.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore