Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Desember 2025, 00.28 WIB

Jika Anda Tidak Dapat Menemukan Kedamaian di Usia Lanjut, Kemungkinan Besar Anda Masih Berpegang pada 8 Ekspektasi yang Sudah Ketinggalan Zaman

seseorang yang tidak damai di usia tua./Freepik/wichayada - Image

seseorang yang tidak damai di usia tua./Freepik/wichayada

JawaPos.com - Banyak orang beranggapan bahwa seiring bertambahnya usia, kedamaian akan datang dengan sendirinya.

Rambut memutih, langkah melambat, pengalaman menumpuk — bukankah itu seharusnya menghadirkan ketenangan batin?

Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang justru makin tua makin gelisah.

Mereka merasa hidupnya tidak seperti yang dibayangkan, masih memikul beban emosional, dan kesulitan menerima kenyataan bahwa banyak hal tak berjalan sesuai ekspektasi.

Dilansir dari Geeediting pada Selasa (9/12), menurut psikologi modern, salah satu akar utama ketidaktenangan di usia dewasa akhir adalah berpegang pada ekspektasi lama yang sudah tidak relevan dengan kehidupan saat ini.

Ekspektasi-ekspektasi ini diam-diam membentuk standar yang mustahil dipenuhi, membuat kita terus merasa salah, kurang, atau tertinggal.

Mari kita telusuri delapan ekspektasi usang yang diam-diam menghalangi kedamaian Anda — dan bagaimana melepaskannya dapat menjadi langkah terbesar menuju hidup yang lebih damai.

1. Ekspektasi bahwa Hidup Harus Sesuai Rencana Awal

Banyak orang memulai hidup dengan cetak biru: menikah di usia tertentu, punya anak di usia tertentu, pensiun dengan nyaman, hidup mapan tanpa drama.

Tetapi psikologi perkembangan menunjukkan bahwa hidup manusia bersifat non-linear — penuh lengkungan, tikungan, dan perubahan arah.

Terjebak pada “harusnya begini” membuat Anda sulit menerima “memang begini adanya”.

Kedamaian muncul ketika Anda memandang hidup bukan sebagai garis lurus, melainkan perjalanan penuh kejutan yang tetap memiliki arti.

2. Ekspektasi untuk Selalu Kuat dan Tidak Pernah Membutuhkan Bantuan

Generasi sebelumnya sering tumbuh dengan nilai: “Jika bisa sendiri, jangan repotkan orang.”

Namun penelitian menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk interdependen.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore