Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Desember 2025, 03.18 WIB

7 Jenis Nasihat yang Sama Sekali Tidak Tepat Sasaran bagi Generasi Muda Menurut Psikologi

seseorang yang memberi nasihat kepada generasi muda./Freepik/freepik - Image

seseorang yang memberi nasihat kepada generasi muda./Freepik/freepik

Jawapos.com - Dalam perjalanan menuju kedewasaan, generasi muda kerap dibanjiri berbagai nasihat—ada yang bermanfaat, ada pula yang justru membingungkan, melemahkan, atau membuat mereka merasa tidak dipahami.

Psikologi modern menunjukkan bahwa nasihat yang tidak tepat sasaran bukan hanya gagal membantu, tapi bisa menimbulkan efek negatif seperti rendah diri, stres, hingga kebingungan identitas.

Dilansir dari Geeediting pada Kamis (11/12), terdapat tujuh jenis nasihat yang paling sering salah sasaran, serta dampak psikologisnya, sehingga kita bisa lebih bijak dalam memahami kebutuhan generasi muda masa kini.

1. “Ikuti saja kata orang tua, mereka paling tahu.”

Dari sudut pandang psikologi perkembangan, masa remaja dan dewasa muda adalah fase pembentukan identitas (Erikson: identity vs. role confusion).

Jika terus diarahkan untuk mengikuti pilihan orang tua tanpa ruang eksplorasi, anak justru bisa mengalami identity foreclosure—identitas palsu yang dibentuk oleh tekanan eksternal, bukan pilihan pribadi.

Generasi muda hari ini hidup dalam realitas yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya; pekerjaan, relasi, dan dunia digital berubah cepat.

Memaksa mereka mengikuti jalur lama justru menghambat kemampuan adaptasi dan perkembangan potensi.

2. “Kerja keras saja, nanti juga sukses.”

Nasihat ini terdengar positif, namun sangat menyesatkan jika tidak dibarengi konteks.

Dalam psikologi kerja, kesuksesan bukan hanya soal kerja keras; ada faktor lain seperti peluang, jejaring sosial, lingkungan, serta mental well-being.

Generasi muda yang memegang teguh nasihat ini bisa merasa gagal ketika hasilnya tidak sesuai harapan, padahal mereka mungkin bekerja sangat keras. Ini menimbulkan burnout, rasa tidak cukup baik, dan tekanan internal yang berlebihan.

Dalam dunia modern, strategi, kompetensi, dan kesehatan mental sama pentingnya dengan kerja keras.

3. “Jangan terlalu dengarkan perasaanmu.”

Ini adalah salah satu nasihat paling sering diberikan, namun justru bertentangan dengan psikologi emosional.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore