Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Desember 2025, 03.27 WIB

Orang yang Selalu Perlu Mengetahui Rencana Terlebih Dahulu Biasanya Memiliki 8 Pengalaman Masa Kecil yang Menyakitkan Menurut Psikologi

seseorang yang perlu mengetahui rencana terlebih dahulu./Freepik/katemangostar - Image

seseorang yang perlu mengetahui rencana terlebih dahulu./Freepik/katemangostar

JawaPos.com - Dalam kehidupan dewasa, kita sering menjumpai orang yang harus mengetahui rencana secara lengkap sebelum melakukan sesuatu—mulai dari jadwal harian, detail perjalanan, pola kerja, hingga hal-hal kecil seperti urutan acara dalam pertemuan keluarga. Sekilas, ini tampak seperti sifat perfeksionis atau sekadar ingin teratur.

Namun menurut berbagai kajian psikologi, kebiasaan ini sering kali berakar pada pengalaman masa kecil yang tidak sederhana.

Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak stabil, penuh ketidakpastian, atau sering dikecewakan, secara tidak sadar belajar bahwa “mengetahui segalanya terlebih dahulu” adalah bentuk perlindungan diri.

Mereka membangun kontrol sebagai tameng untuk meredakan kecemasan. Dan ketika dewasa, mekanisme ini tetap terbawa—bukan karena mereka menyukai kontrol, tetapi karena mereka takut kehilangan pijakan.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (11/12), terdapat delapan pengalaman masa kecil yang sering menjadi akar dari kebutuhan kuat untuk mengetahui rencana terlebih dahulu.

1. Tumbuh dalam Lingkungan yang Tidak Stabil

Anak yang hidup di dalam keluarga dengan kondisi yang sering berubah—baik finansial, emosional, maupun fisik—terbiasa menghadapi ketidakpastian.

Ketika segala sesuatu bisa berubah dalam hitungan detik, anak belajar bahwa cara bertahan hidup adalah dengan “mengantisipasi” apa pun.

Dewasa nanti, mereka merasa lebih aman ketika rencana sudah jelas, karena ketidakpastian mengingatkan mereka pada masa ketika hidup terasa tidak terkendali.

2. Orang Tua yang Konsisten Tidak Menepati Janji

Bagi anak, janji adalah bentuk paling sederhana dari rasa aman. Ketika janji sering diingkari—entah dijemput terlambat, rencana keluarga dibatalkan, atau hadiah yang tak pernah datang—anak belajar untuk tidak percaya pada spontanitas.

Akhirnya, mereka tumbuh dengan kebutuhan kuat untuk memastikan semuanya lebih dulu agar tidak mengulang rasa kecewa yang sama.

3. Sering Dimarahi karena “Tidak Siap”

Beberapa anak tumbuh bersama orang tua yang menuntut kesiapan sempurna. Salah sedikit dianggap kesalahan fatal. Terlambat, lupa, atau tidak tahu apa yang harus dilakukan bisa langsung memicu kemarahan.

Untuk menghindari hukuman atau teguran, anak belajar untuk mempersiapkan segalanya dengan detail. Kebiasaan ini melekat hingga dewasa.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore