
seseorang yang perlu mengetahui rencana terlebih dahulu./Freepik/katemangostar
JawaPos.com - Dalam kehidupan dewasa, kita sering menjumpai orang yang harus mengetahui rencana secara lengkap sebelum melakukan sesuatu—mulai dari jadwal harian, detail perjalanan, pola kerja, hingga hal-hal kecil seperti urutan acara dalam pertemuan keluarga. Sekilas, ini tampak seperti sifat perfeksionis atau sekadar ingin teratur.
Namun menurut berbagai kajian psikologi, kebiasaan ini sering kali berakar pada pengalaman masa kecil yang tidak sederhana.
Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak stabil, penuh ketidakpastian, atau sering dikecewakan, secara tidak sadar belajar bahwa “mengetahui segalanya terlebih dahulu” adalah bentuk perlindungan diri.
Mereka membangun kontrol sebagai tameng untuk meredakan kecemasan. Dan ketika dewasa, mekanisme ini tetap terbawa—bukan karena mereka menyukai kontrol, tetapi karena mereka takut kehilangan pijakan.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (11/12), terdapat delapan pengalaman masa kecil yang sering menjadi akar dari kebutuhan kuat untuk mengetahui rencana terlebih dahulu.
1. Tumbuh dalam Lingkungan yang Tidak Stabil
Anak yang hidup di dalam keluarga dengan kondisi yang sering berubah—baik finansial, emosional, maupun fisik—terbiasa menghadapi ketidakpastian.
Ketika segala sesuatu bisa berubah dalam hitungan detik, anak belajar bahwa cara bertahan hidup adalah dengan “mengantisipasi” apa pun.
Dewasa nanti, mereka merasa lebih aman ketika rencana sudah jelas, karena ketidakpastian mengingatkan mereka pada masa ketika hidup terasa tidak terkendali.
2. Orang Tua yang Konsisten Tidak Menepati Janji
Bagi anak, janji adalah bentuk paling sederhana dari rasa aman. Ketika janji sering diingkari—entah dijemput terlambat, rencana keluarga dibatalkan, atau hadiah yang tak pernah datang—anak belajar untuk tidak percaya pada spontanitas.
Akhirnya, mereka tumbuh dengan kebutuhan kuat untuk memastikan semuanya lebih dulu agar tidak mengulang rasa kecewa yang sama.
3. Sering Dimarahi karena “Tidak Siap”
Beberapa anak tumbuh bersama orang tua yang menuntut kesiapan sempurna. Salah sedikit dianggap kesalahan fatal. Terlambat, lupa, atau tidak tahu apa yang harus dilakukan bisa langsung memicu kemarahan.
Untuk menghindari hukuman atau teguran, anak belajar untuk mempersiapkan segalanya dengan detail. Kebiasaan ini melekat hingga dewasa.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
