Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Desember 2025, 18.37 WIB

4 Cara Ampuh Berhenti Oversharing Tanpa Terlihat Dingin, Agar Tak Kebablasan saat Bercerita

Ilustrasi seseorang yang oversharing dengan lawan bicaranya. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang oversharing dengan lawan bicaranya. (Freepik)

JawaPos.com - Tanpa disadari, banyak orang terlalu terbuka saat berbicara hingga membagikan detail pribadi yang seharusnya disimpan.

Oversharing kerap dianggap sebagai cara membangun kedekatan, padahal justru bisa membuat lawan bicara merasa tidak nyaman dan perlahan menjauh.

Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa dikendalikan. Dengan melatih kesadaran diri, mengelola emosi, dan memahami dinamika percakapan, kamu tetap bisa tampil hangat dan komunikatif tanpa harus menceritakan semuanya. 

Berikut 4 cara yang bisa kamu lakukan untuk berhenti oversharing seperti dirangkum dari laman Klinik GWS Medika.

1. Dengarkan dan prioritaskan lawan bicara

Saat terlibat dalam percakapan, biasakan mendengar dengan tujuan memahami, bukan sekadar menunggu giliran bicara.

Banyak orang mengira oversharing akan membuat mereka lebih menarik, padahal yang sering terjadi justru sebaliknya.

Terlalu banyak bercerita tentang diri sendiri bisa membuat orang lain kehilangan ruang untuk berbagi.

Dengan mendengarkan secara aktif, kamu akan lebih peka terhadap kebutuhan dan kenyamanan lawan bicara.

Dari situ, kamu bisa menyesuaikan isi dan porsi cerita agar tetap relevan. Tak berlebihan jika dikatakan bahwa kemampuan mendengar adalah fondasi terpenting dalam komunikasi yang sehat.

2. Ingat, informasi seperlunya lebih efektif

Di tengah ritme hidup yang cepat, tidak semua orang punya kapasitas untuk menyerap terlalu banyak detail.

Semakin panjang dan rinci cerita yang kamu sampaikan, semakin besar kemungkinan inti pesannya justru terlewat.

Karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali batasan pribadi atau personal boundaries. Mulailah mencatat situasi atau topik yang sering membuatmu kebablasan bercerita. Dengan mengenali polanya, kamu bisa lebih waspada dan tahu kapan harus menahan diri.

3. Bangun percakapan, bukan monolog

Sebelum berbicara, luangkan waktu sejenak untuk berpikir, apa manfaat informasi ini bagi lawan bicara? Jika perlu, susun ceritanya agar singkat, relevan, dan tetap menarik.

Oversharing sering kali berubah menjadi monolog panjang, sementara kebanyakan orang ingin terlibat dalam dialog dua arah.

Beri jeda dalam cerita, buka ruang untuk respons atau pertanyaan, dan jangan ragu menyelipkan humor ringan agar suasana tetap cair dan nyaman.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore