Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Desember 2025, 04.27 WIB

10 Hal yang Tidak Pernah Dilakukan oleh Orang yang Benar-Benar Menawan dalam Percakapan Kelompok, tetapi Selalu Dilakukan oleh Orang yang Canggung

seseorang yang tetap menawan dalam percakapan./Freepik/freepik - Image

seseorang yang tetap menawan dalam percakapan./Freepik/freepik

JawaPos.com - Dalam percakapan kelompok, daya tarik seseorang jarang ditentukan oleh seberapa pintar ia berbicara atau seberapa banyak yang ia katakan.

Justru, pesona sejati sering muncul dari hal-hal kecil yang tidak dilakukan.

Orang yang benar-benar menawan dalam interaksi sosial tampak nyaman, tidak memaksakan diri, dan membuat orang lain merasa aman untuk menjadi diri sendiri.

Sebaliknya, kecanggungan sering lahir bukan karena kurang cerdas atau kurang menarik, melainkan karena dorongan untuk diterima yang terlalu kuat.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa semakin seseorang berusaha keras untuk terlihat “pas”, semakin besar kemungkinan ia justru tampak tidak sinkron.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (20/12), terdapat10 hal yang tidak pernah dilakukan oleh orang yang benar-benar menawan dalam percakapan kelompok—namun hampir selalu dilakukan oleh orang yang canggung, sering kali tanpa mereka sadari.

1. Mereka Tidak Memaksakan Diri untuk Selalu Berbicara

Orang yang menawan memahami bahwa kehadiran tidak selalu berarti suara. Mereka nyaman dengan jeda, dengan diam sejenak, dan dengan mendengarkan alur percakapan sebelum masuk.

Orang yang canggung, sebaliknya, sering merasa panik saat ada keheningan. Mereka takut dianggap membosankan atau tidak relevan, sehingga buru-buru menyela hanya demi mengisi ruang kosong—meski kadang tidak benar-benar punya sesuatu yang ingin disampaikan.

2. Mereka Tidak Mengalihkan Topik Kembali ke Diri Sendiri

Dalam percakapan kelompok, orang yang menawan mampu tetap berada pada cerita orang lain tanpa merasa terancam. Mereka tidak merasa perlu menjadikan pengalaman pribadi sebagai pusat perhatian.

Orang yang canggung sering tanpa sadar berkata,
“Wah, aku juga pernah…”
bukan untuk berempati, tetapi untuk memastikan dirinya tetap terlihat. Akibatnya, lawan bicara merasa ceritanya dipotong, bukan didengarkan.

3. Mereka Tidak Berlebihan Membuktikan Diri

Pesona sejati datang dari ketenangan batin. Orang yang menawan tidak sibuk menunjukkan bahwa mereka pintar, lucu, atau berpengalaman. Jika kualitas itu ada, ia akan terasa dengan sendirinya.

Orang yang canggung sering terjebak dalam overcompensating—menyebut pencapaian, koneksi, atau pengetahuan secara halus tapi berulang. Psikolog menyebut ini sebagai bentuk kecemasan sosial yang tersamar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore