Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Desember 2025, 04.43 WIB

Orang yang Membutuhkan TV Menyala untuk Bisa Tidur di Malam Hari Sering Menunjukkan 10 Ciri Khas Berikut Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tvnya harus menyala untuk bisa tidur./Freepik/DC Studio - Image

seseorang yang tvnya harus menyala untuk bisa tidur./Freepik/DC Studio

JawaPos.com - Bagi sebagian orang, tidur adalah momen hening: lampu dipadamkan, ponsel dijauhkan, dan pikiran perlahan dilabuhkan ke keheningan. Namun bagi sebagian lainnya, keheningan justru terasa mengganggu.

Televisi harus tetap menyala—entah sebagai suara latar, cahaya temaram, atau sekadar “teman” yang menemani hingga mata terpejam.

Kebiasaan tidur dengan TV menyala sering dianggap sepele atau sekadar preferensi. Padahal, menurut psikologi, kebiasaan ini kerap berkaitan dengan pola emosi, cara berpikir, dan pengalaman hidup seseorang.

Ia bukan sekadar soal tontonan, melainkan cerminan kebutuhan batin yang lebih dalam.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (25/12), terdapat 10 ciri khas yang sering ditemukan pada orang-orang yang membutuhkan TV menyala agar bisa tidur di malam hari, ditinjau dari sudut pandang psikologi.

1. Sulit Berdamai dengan Keheningan

Keheningan bagi mereka bukan ketenangan, melainkan ruang kosong yang mengundang pikiran berlarian ke mana-mana. Saat suasana sunyi, pikiran justru menjadi lebih bising. TV berfungsi sebagai “penutup suara” yang menahan gelombang pikiran agar tidak terlalu liar.

2. Memiliki Kecenderungan Overthinking

Psikologi menunjukkan bahwa suara latar yang konstan dapat membantu mengalihkan fokus dari pikiran yang berulang-ulang. Orang yang tidur dengan TV menyala sering kali adalah mereka yang mudah menganalisis terlalu dalam—tentang hari ini, masa lalu, atau kekhawatiran esok hari.

3. Membutuhkan Rasa Aman Secara Emosional

Suara manusia dari TV—dialog, tawa penonton, atau narasi—memberi ilusi kehadiran. Ini menciptakan rasa aman, seolah tidak sendirian. Ciri ini sering muncul pada individu yang sangat menghargai koneksi emosional, meski tidak selalu mengungkapkannya secara langsung.

4. Mudah Merasa Sepi, Meski Tidak Selalu Kesepian

Menariknya, banyak dari mereka tidak benar-benar kesepian dalam arti sosial. Mereka bisa punya teman, keluarga, bahkan pasangan. Namun, di malam hari ketika segalanya sunyi, rasa sepi muncul sebagai pengalaman emosional yang halus—dan TV menjadi penawarnya.

5. Pernah Mengalami Fase Hidup yang Menekan

Menurut psikologi, kebiasaan tertentu saat tidur sering terbentuk di masa stres, duka, atau perubahan besar. TV yang menyala bisa menjadi jangkar emosional—sesuatu yang familiar dan stabil—yang terus dipertahankan bahkan setelah masa sulit berlalu.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore