
seseorang yang menjaga penampilan seiring bertumbuhnya usia./Freepik/freepik
JawaPos.com - Usia adalah keniscayaan. Setiap tahun, angka di kalender bertambah, rambut mungkin mulai beruban, garis halus muncul di wajah, dan tubuh tak lagi sefleksibel dulu.
Namun menariknya, dalam psikologi modern, menjaga penampilan bukan semata soal ingin terlihat muda atau memuaskan standar sosial.
Bagi banyak perempuan, merawat diri justru mencerminkan kondisi batin, kedewasaan emosional, dan cara mereka memaknai hidup.
Psikologi melihat bahwa perempuan yang tetap konsisten menjaga penampilan seiring bertambahnya usia umumnya bukan karena takut tua, melainkan karena mereka memiliki hubungan yang sehat dengan dirinya sendiri.
Dari kebiasaan kecil sehari-hari hingga cara berpikir yang lebih dalam, ada pola perilaku tertentu yang sering muncul.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (25/12), terdapat tujuh perilaku yang menurut psikologi kerap ditunjukkan oleh perempuan yang tetap merawat penampilan dengan elegan di setiap fase usia.
1. Memiliki Rasa Hormat yang Tinggi terhadap Diri Sendiri
Dalam psikologi, perawatan diri adalah bentuk self-respect. Perempuan yang menjaga penampilan biasanya memandang tubuhnya bukan sebagai musuh yang harus dilawan, melainkan sebagai sahabat yang perlu dirawat.
Mereka tidak merawat diri demi pujian orang lain, tetapi karena merasa dirinya layak untuk diperlakukan dengan baik.
Memilih pakaian rapi, menjaga kebersihan, atau merawat kulit adalah cara sederhana untuk mengatakan, “Aku menghargai diriku.”
Rasa hormat ini sering kali tumbuh seiring usia, ketika seseorang berhenti mencari validasi eksternal dan mulai berdamai dengan dirinya sendiri.
2. Mampu Menerima Perubahan Tanpa Kehilangan Identitas
Perempuan yang sehat secara psikologis tidak menolak penuaan, tetapi juga tidak menyerah begitu saja. Mereka menerima bahwa tubuh berubah, namun tetap menyesuaikan cara merawat diri sesuai fase hidup.
Alih-alih memaksakan gaya remaja, mereka menemukan versi penampilan yang lebih matang dan autentik. Dalam psikologi, ini disebut adaptive acceptance—menerima realitas sambil tetap aktif mengambil peran dalam hidup.
Perilaku ini menunjukkan kestabilan emosi dan kepercayaan diri yang kuat.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
