Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Desember 2025, 06.07 WIB

8 Kata yang Tanpa Disadari Bisa Membuat Anda Terdengar Kurang Berpendidikan

ilustrasi kata yang tanpa disadari bisa membuat terdengar kurang berpendidikan (Geediting) - Image

ilustrasi kata yang tanpa disadari bisa membuat terdengar kurang berpendidikan (Geediting)

JawaPos.com - Kecerdasan dan pendidikan tinggi tidak selalu tercermin hanya dari gelar atau pencapaian akademik.

Cara seseorang berbicara—terutama pilihan katanya—sering kali menjadi penilaian awal untuk mengukur kompetensi dan kredibilitas di mata orang lain.

Dilansir dari laman Geediting, Minggu (27/12), banyak orang cerdas tanpa sadar menggunakan istilah yang keliru atau tidak baku, sehingga justru menurunkan kesan profesional.

Berikut delapan contoh kata atau pengucapan yang sebaiknya dihindari agar cara berbicara tetap terdengar meyakinkan dan berwibawa.

1. Penggunaan kata ganda yang bermakna negatif

Salah satu kesalahan paling umum adalah memakai kata yang mengandung dua makna negatif sekaligus. Dalam bahasa Inggris, hal ini setara dengan mengatakan “tidak tanpa” untuk maksud “tanpa”.

Kesalahan seperti ini membuat kalimat terdengar rancu dan menunjukkan kurangnya pemahaman struktur bahasa. Menggunakan bentuk kata yang sederhana dan tepat jauh lebih disarankan.

2. Salah ucap pada kata yang berarti “menurut dugaan”

Banyak orang keliru mengucapkan kata yang bermakna “menurut anggapan umum” sehingga berubah menjadi bentuk yang tidak lazim.

Kesalahan pengucapan semacam ini sering langsung disadari pendengar, meskipun tidak dikoreksi secara terbuka. Menggunakan istilah yang benar akan membuat pernyataan terdengar lebih kredibel.

3. Menambahkan akhiran yang tidak perlu

Dalam bahasa baku, beberapa kata keterangan tidak memerlukan bentuk jamak. Menambahkan akhiran yang tidak tepat justru membuat gaya bicara terdengar terlalu santai dan kurang profesional.

Dalam situasi formal, ketepatan bentuk kata sangat memengaruhi kesan yang ditimbulkan.

4. Menggunakan kata tidak baku untuk “berbicara”

Sebagian orang menggunakan istilah tidak resmi untuk menyebut aktivitas berbincang atau berdiskusi. Padahal, terdapat kata baku yang lebih tepat dan diterima secara luas.

Pemilihan istilah yang tidak standar dapat mengalihkan perhatian audiens dari pesan utama yang ingin disampaikan.

5. Memilih kata yang terlalu panjang dan tidak perlu

Ada kecenderungan menggunakan kata yang lebih rumit demi terdengar pintar. Padahal, bentuk yang lebih sederhana justru lebih tepat dan lazim digunakan.

Kesederhanaan dalam berbahasa sering kali mencerminkan kejelasan berpikir.

6. Salah dengar antara dua kata dengan makna berbeda

Kesalahan ini biasanya terjadi karena seseorang hanya mendengar tanpa pernah melihat bentuk tulisannya. Akibatnya, kata yang diucapkan memiliki arti yang sama sekali berbeda dari yang dimaksud.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore