Ilustrasi menyilangkan kaki (Freepik)
JawaPos.com- Menyilangkan kaki sering kali dianggap sebagai bahasa tubuh yang identik dengan kebohongan atau sikap tidak jujur.
Klaim ini sudah lama beredar di masyarakat dan sering dijadikan patokan untuk menilai kejujuran seseorang, terutama saat berbicara atau menjawab pertanyaan.
Padahal, menilai seseorang hanya dari posisi kaki merupakan kesimpulan makna yang terlalu dangkal.
Dalam dunia psikologi dan bahasa tubuh, menyilangkan kaki tidak punya makna tunggal. Gestur ini bisa muncul karena suatu kebiasaan, kenyamanan, kondisi fisik, hingga situasi lingkungan seperti suhu ruangan atau jenis kursi yang digunakan.
Banyak orang menyilangkan kaki secara refleks tanpa ada maksud tersembunyi atau niat untuk menutupi kebenaran.
Para ahli komunikasi nonverbal menegaskan bahwa kebohongan tidak dapat diidentifikasi dari satu gerakan tubuh saja.
Isyarat kebohongan biasanya muncul dalam serangkaian tanda, seperti perubahan nada suara, ekspresi wajah yang tidak selaras, gerakan tangan yang kaku, hingga inkonsistensi cerita.
Berikut ini 5 makna psikologi dibalik sikap menyilangkan kaki menurut Wiki How yang dikutip oleh JawaPos.com:
Baik pria maupun perempuan menyilangkan kaki karena posisi ini nyaman bagi tubuh mereka.
Duduk ini mengurangi kelelahan otot di batang tubuh dan menggeser beban dari jaringan lunak.
Hal ini juga membantu menstabilkan ekstremitas bawah, seperti kaki, pergelangan kaki, dan telapak kaki.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
