
seseorang yang membutuhkan suara dari televisi untuk tertidur di malam hari./ Freepik/seribustd
JawaPos.com - Bagi sebagian orang, kamar tidur yang ideal adalah ruang sunyi tanpa gangguan. Namun bagi sebagian lainnya, keheningan justru terasa menyesakkan.
Televisi yang menyala—meski volumenya kecil, layar menghadap dinding, atau tayangannya tidak benar-benar ditonton—menjadi “teman” yang membantu mata terpejam dan pikiran melambat.
Kebiasaan tertidur dengan suara latar dari televisi sering kali dianggap sepele, bahkan dicap sebagai kebiasaan buruk.
Padahal, menurut psikologi, pola ini bisa mencerminkan karakter dan kebutuhan emosional tertentu.
Bukan soal malas mematikan TV, melainkan cara unik otak dan kepribadian Anda mencari rasa aman, distraksi, dan ketenangan.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (30/12), jika Anda termasuk orang yang sulit tidur tanpa suara televisi, bisa jadi Anda memiliki beberapa ciri kepribadian khas berikut ini.
1. Pikiran yang Aktif dan Sulit Benar-Benar “Diam”
Salah satu ciri paling umum adalah overthinking. Orang dengan pikiran yang aktif cenderung terus memutar ulang kejadian, rencana, atau kekhawatiran saat malam tiba. Ketika lingkungan terlalu sunyi, pikiran justru menjadi semakin bising.
Suara televisi berfungsi sebagai jangkar. Ia memberi otak sesuatu untuk “diikuti” sehingga aliran pikiran yang kacau menjadi lebih teratur.
Bagi tipe ini, TV bukan gangguan, melainkan alat untuk menenangkan pikiran yang terlalu sibuk.
2. Sensitif terhadap Kesepian Emosional
Tidur sendirian dalam keheningan bisa memunculkan rasa kosong bagi sebagian orang. Mereka yang membutuhkan suara latar sering kali memiliki kepekaan emosional yang tinggi terhadap rasa sepi, meskipun di siang hari terlihat mandiri dan kuat.
Suara percakapan di televisi menciptakan ilusi kehadiran. Bukan karena takut sendirian secara fisik, tetapi karena secara emosional mereka lebih nyaman merasa “ditemani”, meski hanya oleh suara.
3. Membutuhkan Rasa Aman dari Hal yang Familiar
Acara TV yang sama, suara presenter yang dikenal, atau format tayangan yang berulang memberi efek menenangkan. Ini menandakan kepribadian yang menghargai stabilitas dan familiaritas.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
