Dilansir dari Geediting, ada pola kepribadian tertentu yang kerap muncul pada mereka yang lebih memilih buku cetak dibandingkan e-reader.
Berikut tujuh ciri kepribadian khas yang sering dimiliki oleh para pencinta buku fisik.
1. Memiliki Keterikatan Emosional yang KuatOrang yang menyukai buku fisik cenderung membangun hubungan emosional dengan benda-benda yang mereka miliki. Buku bukan hanya media informasi, tetapi juga “penyimpan kenangan”.
Satu buku bisa mengingatkan mereka pada masa tertentu: saat membacanya di kamar kos, di kereta, atau di masa hidup yang penuh perubahan. Secara psikologis, ini menunjukkan kecenderungan untuk menghargai pengalaman personal dan makna di balik objek, bukan sekadar fungsi praktisnya.
2. Lebih Menikmati Proses daripada KecepatanJika e-reader menawarkan kecepatan dan efisiensi, buku fisik menawarkan proses. Orang yang memilih buku cetak biasanya tidak tergesa-gesa. Mereka menikmati ritme membaca yang perlahan, jeda untuk merenung, bahkan momen berhenti hanya untuk menatap halaman.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan sifat mindful—kemampuan untuk hadir sepenuhnya pada satu aktivitas. Mereka tidak hanya ingin “selesai membaca”, tetapi ingin benar-benar mengalami setiap halaman.
3. Cenderung Reflektif dan Mendalam
Penikmat buku fisik sering kali memiliki kecenderungan reflektif. Mereka suka berpikir, menganalisis, dan merenungkan isi bacaan. Coretan pensil di pinggir halaman, garis bawah pada kalimat penting, atau lipatan kecil sebagai penanda adalah bagian dari dialog batin mereka dengan teks.
Kepribadian seperti ini menunjukkan orientasi ke dalam (inner-oriented), di mana seseorang merasa nyaman dengan pikiran sendiri dan tidak selalu membutuhkan stimulasi cepat dari luar.
4. Lebih Tahan terhadap DistraksiMembaca buku fisik berarti minim notifikasi. Tidak ada pesan masuk, tidak ada pop-up, dan tidak ada godaan untuk berpindah aplikasi. Orang yang lebih menyukai buku cetak umumnya memiliki kemampuan fokus yang lebih stabil atau setidaknya menghargai kondisi yang mendukung konsentrasi penuh.
Dalam psikologi perhatian, ini berkaitan dengan preferensi terhadap deep focus—kemampuan untuk bertahan dalam satu aktivitas kognitif tanpa banyak gangguan eksternal.
5. Menghargai Sentuhan dan Pengalaman Sensorik
Buku fisik melibatkan lebih dari sekadar mata. Ada sentuhan kertas, berat buku, suara halaman dibalik, bahkan aroma khas yang tidak bisa direplikasi oleh layar digital.
Orang dengan preferensi ini biasanya memiliki kepekaan sensorik yang baik. Mereka menikmati pengalaman yang bersifat nyata dan konkret. Hal ini sering dikaitkan dengan kepribadian yang membumi, realistis, dan dekat dengan pengalaman fisik sehari-hari.
6. Memiliki Sikap Romantis terhadap Waktu
Bagi pencinta buku fisik, membaca adalah semacam ritual. Ada waktu khusus, tempat tertentu, dan suasana yang diciptakan. Mereka tidak keberatan jika membaca membutuhkan waktu lebih lama, karena bagi mereka waktu bukan musuh, melainkan teman.
Secara psikologis, ini mencerminkan sikap romantis terhadap hidup—kemampuan untuk menghargai momen kecil dan tidak selalu terobsesi pada efisiensi atau produktivitas semata.
7. Cenderung Setia pada Pilihan PribadiDi era tren cepat dan teknologi baru yang terus bermunculan, memilih tetap membaca buku fisik menunjukkan konsistensi dan kepercayaan pada preferensi sendiri. Orang-orang ini biasanya tidak mudah goyah oleh tekanan sosial atau tren sesaat.
Kepribadian seperti ini sering dikaitkan dengan internal locus of control—keyakinan bahwa keputusan hidup sebaiknya ditentukan oleh nilai dan kenyamanan pribadi, bukan semata oleh apa yang sedang populer.
KesimpulanMenyukai buku fisik di tengah dominasi e-reader bukanlah tanda ketertinggalan zaman. Menurut psikologi, pilihan ini justru sering mencerminkan kepribadian yang emosional, reflektif, fokus, dan menghargai makna di balik proses.
Buku cetak menjadi simbol cara seseorang berhubungan dengan waktu, perhatian, dan pengalaman hidup. Jadi, jika Anda masih lebih memilih rak buku daripada folder digital, mungkin itu bukan sekadar selera—melainkan cerminan dari siapa Anda sebenarnya: seseorang yang menghargai kedalaman, kehadiran, dan cerita yang hidup, halaman demi halaman.
***