Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Januari 2026, 17.37 WIB

Orang-orang yang Sangat Terpengaruh oleh Momen-Momen Kecil Seperti Senyuman Seringkali Memiliki 8 Karakteristik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang sering terpengaruh momen-momen kecil./Freepik/EyeEm - Image

seseorang yang sering terpengaruh momen-momen kecil./Freepik/EyeEm

JawaPos.com - Di dunia yang bergerak cepat dan penuh kebisingan, tidak semua orang membutuhkan peristiwa besar untuk merasa tersentuh.

Bagi sebagian orang, satu senyuman tulus, sapaan sederhana, atau tatapan hangat bisa meninggalkan jejak emosional yang mendalam.

Mereka bukan berlebihan, bukan pula lemah. Menurut psikologi, orang-orang yang mudah terpengaruh oleh momen-momen kecil justru sering memiliki kualitas batin yang kuat dan bermakna.

Kepekaan terhadap hal-hal sederhana sering kali lahir dari kedalaman emosi, pengalaman hidup, dan cara otak memproses empati.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (9/1), inilah delapan karakteristik yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang hatinya mudah tersentuh oleh momen kecil seperti senyuman—dan mengapa itu sebenarnya adalah kekuatan.

1. Memiliki Empati yang Tinggi

Orang yang mudah tersentuh oleh senyuman biasanya sangat peka terhadap perasaan orang lain. Psikologi menyebut ini sebagai empathetic sensitivity, kemampuan untuk menangkap emosi bahkan dari isyarat nonverbal yang paling halus.

Mereka bisa merasakan ketulusan, kelelahan, atau kebahagiaan orang lain hanya dari ekspresi wajah. Karena itulah, senyuman—yang bagi sebagian orang terasa biasa—bagi mereka bisa menjadi pesan emosional yang kuat.

2. Sangat Hadir dalam Momen (Mindful)

Mereka benar-benar hadir. Saat orang lain sibuk dengan pikiran sendiri, mereka memperhatikan detail kecil: nada suara, bahasa tubuh, jeda dalam percakapan.

Psikologi mindfulness menjelaskan bahwa kehadiran penuh membuat seseorang lebih reseptif terhadap pengalaman emosional mikro.

Senyuman tidak berlalu begitu saja, karena mereka benar-benar melihat dan merasakannya.

3. Memiliki Kedalaman Emosi yang Kuat

Orang seperti ini sering mengalami emosi dengan intensitas yang lebih dalam. Mereka tidak hanya “merasa senang” atau “merasa sedih”, tetapi benar-benar menyelami emosi tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore