Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Januari 2026, 02.46 WIB

Bukan Sekadar Bercanda, Ini 5 Ucapan Orang Manipulatif yang Perlahan Menghancurkan Mental!

Ilustrasi perilaku manipulatif/freepik.com - Image

Ilustrasi perilaku manipulatif/freepik.com

JawaPos.com - Manipulasi emosional dan gaslighting bukan sekadar istilah populer di media sosial. Praktik ini nyata, berbahaya, dan bisa terjadi dalam hubungan romantis, pertemanan, lingkungan kerja, bahkan keluarga.

Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang membuat seseorang meragukan persepsi, ingatan, hingga kewarasan dirinya sendiri.

Istilah ini berasal dari film klasik Gaslight (1944), yang menggambarkan seorang suami memanipulasi istrinya hingga ia percaya bahwa dirinya perlahan kehilangan akal sehat.

Kini, gaslighting diakui sebagai bentuk kekerasan emosional serius. Sayangnya, banyak korban baru menyadari apa yang mereka alami setelah kepercayaan diri dan rasa aman mereka terkikis.

Dilansir dari Your Tango, berikut lima kalimat yang kerap diucapkan orang manipulatif saat ingin menguasai situasi, sebagaimana dijelaskan oleh psikolog Dr. Elayne Daniels.

1. Kamu terlalu berlebihan

Kalimat ini terdengar sepele, namun dampaknya besar. Manipulator sengaja membuat korban mempertanyakan emosinya sendiri dengan menuduhnya terlalu sensitif, salah paham, atau tidak bisa bercanda.

Alih-alih bertanggung jawab, pelaku justru membalikkan keadaan hingga korban merasa bersalah, malu, bahkan terhina terutama jika hal itu dilakukan di depan orang lain.

2. Aku tidak pernah bilang begitu

Ini adalah bentuk gaslighting klasik. Pelaku dengan tegas menyangkal ucapan atau janji yang sebenarnya pernah ia sampaikan.

Penolakan yang dilakukan terus-menerus membuat korban mulai meragukan ingatannya sendiri. Seiring waktu, kepercayaan diri dan kemampuan menilai realitas pun melemah.

Penelitian menunjukkan, penyangkalan yang konsisten dan kebohongan berulang dapat membuat korban merasa seolah-olah kehilangan kewarasan.

3. Jadi kamu nuduh aku bohong?

Di tahap ini, pelaku tidak hanya menyangkal fakta, tetapi juga menyerang balik. Ia memosisikan diri sebagai korban dan membuat pasangannya merasa bersalah karena mempertanyakan kebenaran.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore