Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2026, 02.41 WIB

Jika Seseorang Berhati Baik tetapi Tidak Memiliki Teman Dekat, Menurut Psikologi Mereka Mungkin Menunjukkan 7 Perilaku Ini Tanpa Menyadarinya

seseorang yang tidak memiliki teman dekat./Freepik/TriangleProd - Image

seseorang yang tidak memiliki teman dekat./Freepik/TriangleProd

JawaPos.com - Tidak semua orang yang hidup tanpa lingkaran pertemanan yang erat adalah pribadi yang dingin, antisosial, atau sulit didekati.

Justru dalam banyak kasus, mereka adalah orang-orang berhati baik, penuh empati, dan tulus dalam memperlakukan orang lain.

Namun, ada paradoks menarik yang sering dibahas dalam psikologi sosial: mengapa orang yang baik justru kerap sendirian?

Psikologi memandang bahwa kebaikan hati tidak selalu berbanding lurus dengan kedekatan emosional.

Ada pola-pola perilaku halus—sering kali tidak disadari—yang membuat seseorang sulit membangun atau mempertahankan teman dekat, meskipun niatnya selalu baik.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (18/1), terdapat tujuh perilaku yang kerap muncul pada pribadi berhati baik tetapi tidak memiliki teman dekat, menurut sudut pandang psikologi.

1. Terlalu Mandiri Secara Emosional

Orang berhati baik sering belajar untuk “tidak merepotkan orang lain”. Mereka menahan cerita, menyimpan kesedihan, dan menyelesaikan masalah sendiri. Dalam psikologi, ini disebut emotional self-reliance yang berlebihan.

Tanpa disadari, sikap ini menciptakan jarak. Orang lain merasa tidak dibutuhkan, tidak dipercaya, atau tidak diberi ruang untuk hadir secara emosional. Padahal, kedekatan sering tumbuh justru dari saling berbagi kerentanan, bukan dari kesempurnaan.

2. Lebih Sering Menjadi Pendengar daripada Pencerita

Mereka adalah pendengar yang luar biasa. Selalu ada saat orang lain ingin curhat, mengeluh, atau mencari nasihat. Namun, ketika giliran mereka yang seharusnya bercerita, topik segera dialihkan atau ditutup dengan kalimat singkat.

Psikologi relasi menunjukkan bahwa hubungan yang seimbang membutuhkan pertukaran emosional dua arah. Ketika seseorang terus-menerus berada di posisi “penampung cerita”, hubungan terasa hangat tetapi dangkal, bukan dekat.

3. Takut Membebani Orang Lain dengan Masalah Pribadi

Banyak orang berhati baik memiliki keyakinan bawah sadar bahwa masalah mereka tidak sepenting masalah orang lain. Mereka khawatir dianggap drama, lemah, atau mengganggu.

Ironisnya, ketakutan ini justru menghambat kedekatan. Dalam psikologi, keterikatan emosional terbentuk ketika seseorang merasa dipercaya untuk mengetahui sisi rapuh orang lain. Tanpa itu, hubungan berhenti di permukaan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore