Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2026, 05.34 WIB

Orang-orang yang Mengucapkan 'Terima Kasih' kepada AI, Biasanya Memiliki 8 Kualitas Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mengucapkan terima kasih kepada ai./Freepik/benzoix - Image

seseorang yang mengucapkan terima kasih kepada ai./Freepik/benzoix

JawaPos.com - Di era ketika kecerdasan buatan hadir di ruang tamu, kamar tidur, bahkan di genggaman tangan kita, muncul satu kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele: mengucapkan “terima kasih” kepada asisten virtual seperti Siri, Alexa, atau Google Assistant.

Sebagian orang menganggapnya lucu, berlebihan, atau bahkan tidak masuk akal—mengapa berterima kasih pada mesin yang tidak punya perasaan?

Namun psikologi memandang kebiasaan ini dengan cara yang berbeda. Di balik tindakan sederhana tersebut, tersimpan pola kepribadian, nilai hidup, dan cara seseorang berhubungan dengan dunia. Bukan tentang teknologinya, melainkan tentang manusianya.

Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (18/1), menurut berbagai perspektif psikologi sosial dan kepribadian, orang-orang yang secara konsisten mengucapkan “terima kasih” kepada AI cenderung memiliki delapan kualitas berikut.

1. Tingkat Empati yang Tinggi

Mengucapkan terima kasih kepada AI menunjukkan kemampuan seseorang untuk memproyeksikan empati, bahkan ketika berhadapan dengan entitas non-manusia. Psikologi menyebut ini sebagai generalized empathy—kemampuan memahami dan menghargai peran “pihak lain”, apa pun bentuknya.

Orang dengan empati tinggi biasanya:

Mudah memahami sudut pandang orang lain

Peka terhadap suasana emosional di sekitarnya

Tidak melihat interaksi semata-mata sebagai transaksi

Bagi mereka, berkata “terima kasih” bukan soal siapa yang menerima, tetapi siapa diri mereka sendiri.

2. Kesadaran Sosial yang Kuat

Psikologi sosial menekankan bahwa kebiasaan kecil membentuk pola perilaku besar. Orang yang sopan pada AI umumnya memiliki kesadaran sosial yang tinggi—mereka terbiasa menjaga norma kesantunan dalam berbagai situasi.

Tanpa disadari, mereka sedang melatih otak untuk:

Tidak bersikap kasar saat tidak diawasi

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore