
seseorang yang menyukai diri mereka sendiri./Freepik/prostock-studio
JawaPos.com - Di era media sosial, mencintai diri sendiri sering kali dipamerkan lewat kata-kata motivasi, unggahan penuh percaya diri, atau gaya hidup yang terlihat “healing”.
Namun di balik itu semua, ada perbedaan besar antara orang yang benar-benar menyukai dirinya sendiri dan mereka yang hanya tampak demikian di permukaan.
Cinta diri yang sejati tidak selalu keras, tidak selalu percaya diri berlebihan, dan tidak selalu terlihat mencolok. Justru sering kali ia hadir dalam sikap yang tenang, konsisten, dan dewasa—bahkan saat tidak ada yang melihat.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (21/1), terdapat delapan cara paling jelas yang membedakan keduanya.
1. Mereka Tidak Sibuk Meyakinkan Dunia Tentang Nilai Diri Mereka
Orang yang benar-benar mencintai dirinya tidak merasa perlu terus membuktikan bahwa mereka “cukup baik”. Mereka tidak tergesa-gesa menjelaskan pencapaian, membandingkan diri, atau mencari pengakuan berlebihan.
Sebaliknya, orang yang hanya berpura-pura mencintai diri sering kali:
Mudah tersinggung saat tidak dipuji
Merasa tidak dianggap jika tidak diperhatikan
Haus validasi dari luar
Cinta diri sejati membuat seseorang tenang dengan keberadaannya, bukan gelisah jika tidak diakui.
2. Mereka Berani Mengakui Kekurangan Tanpa Membenci Diri Sendiri
Menyukai diri sendiri bukan berarti merasa sempurna. Justru orang yang mencintai dirinya bisa berkata, “Aku masih banyak kurangnya, dan itu tidak apa-apa.”
Mereka tidak menyangkal kesalahan, tapi juga tidak menjadikannya alasan untuk merendahkan diri.
Berbeda dengan mereka yang berpura-pura, yang sering:
Defensif berlebihan
