Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Januari 2026, 22.00 WIB

Nenekmu Memiliki Salah Satu dari 10 Barang Ini di Dapurnya pada Tahun 70-an? Kamu Telah Mengalami Masa Kecil yang Tak Bisa Terulang Lagi

seseorang yang memiliki barang-barang antik di dapur./Freepik/freepik - Image

seseorang yang memiliki barang-barang antik di dapur./Freepik/freepik

JawaPos.com - Ada masa ketika dapur bukan sekadar tempat memasak, melainkan pusat kehidupan keluarga.

Di sanalah aroma kayu bakar bercampur dengan wangi bawang goreng, suara sendok beradu dengan panci menjadi musik sehari-hari, dan obrolan kecil tumbuh tanpa terganggu layar ponsel.

Jika kamu tumbuh di tahun 70-an—atau menghabiskan masa kecil di rumah nenek—besar kemungkinan dapur itu menyimpan benda-benda sederhana yang kini nyaris menghilang.

Menariknya, barang-barang tersebut bukan benda mewah. Justru karena kesederhanaannya, ia meninggalkan kesan mendalam.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (21/1), jika nenekmu memiliki salah satu saja dari daftar berikut, bisa jadi kamu telah mengalami masa kecil yang hangat, utuh, dan sulit diulang oleh generasi mana pun.

1. Tungku Kayu atau Anglo Tanah Liat

Sebelum kompor gas merajai dapur, tungku kayu adalah raja sesungguhnya. Api dinyalakan dengan sabar, kayu disusun rapi, dan abu dibersihkan setiap pagi.

Proses memasak memang lebih lama, tetapi di situlah nilai kebersamaan tercipta. Anak-anak duduk menunggu, mendengar cerita, sementara nenek mengipas api dengan ritme yang hampir meditatif.

2. Panci Aluminium Legam

Panci ini tidak pernah mengilap, bahkan sering kali penuh bekas gosong. Namun justru di sanalah rasa masakan nenek terasa “hidup”.

Sayur lodeh, air rebusan singkong, atau kolak pisang seolah memiliki cita rasa khas yang tak bisa ditiru panci modern. Panci ini adalah saksi ribuan hidangan sederhana yang mengenyangkan perut dan hati.

3. Cobek Batu dan Ulekan Kayu

Sebelum blender hadir, cobek dan ulekan adalah alat wajib. Sambal diulek dengan tenaga, bukan tombol.

Anak-anak sering diminta membantu, meski akhirnya tangan pegal dan sambal tak kunjung halus. Tapi dari situ kita belajar: rasa terbaik lahir dari proses, bukan dari kecepatan.

4. Kaleng Biskuit Berisi Benang atau Kerupuk

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore