Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Januari 2026, 22.29 WIB

Selalu Menonton Story Anda Tapi Tak Pernah Like atau Berkomentar, Inilah 6 Hal yang Sebenarnya Mereka Sampaikan tentang Diri Mereka Sendiri

seseorang yang sering menonton story orang lain./Freepik/user3980505 - Image

seseorang yang sering menonton story orang lain./Freepik/user3980505

JawaPos.com - Di era media sosial, interaksi tidak lagi hanya diukur dari percakapan langsung. Satu ketukan jempol, satu emoji, atau bahkan keheningan, semuanya bisa menjadi bentuk komunikasi.

Pernahkah Anda memperhatikan seseorang yang hampir selalu menonton story Anda, tetapi tidak pernah menyukai, membalas, atau meninggalkan komentar apa pun?

Sekilas, hal ini mungkin terasa membingungkan. Apakah mereka tidak tertarik? Atau justru terlalu tertarik?

Psikologi sosial menunjukkan bahwa perilaku “diam tapi hadir” ini sering kali bukan kebetulan.

Ada pesan tersembunyi tentang kepribadian, emosi, dan cara mereka memandang diri sendiri serta Anda.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (19/1), terdapat enam hal yang secara tidak sadar mereka sampaikan melalui kebiasaan tersebut.

1. Mereka Ingin Tahu, Tapi Tak Ingin Terlihat Terlibat

Menonton story tanpa berinteraksi sering menandakan rasa ingin tahu yang besar, namun dibarengi keengganan untuk membuka diri. Secara psikologis, ini disebut passive engagement—keterlibatan pasif tanpa komitmen sosial.

Mereka ingin tahu apa yang Anda lakukan, ke mana Anda pergi, dan bagaimana hidup Anda berjalan. Namun, mereka memilih berada di posisi aman: mengamati tanpa meninggalkan jejak. Ini umum terjadi pada orang yang berhati-hati dalam membangun hubungan atau takut disalahartikan.

2. Mereka Memiliki Kesadaran Sosial yang Tinggi (Kadang Berlebihan)

Orang seperti ini biasanya sangat sadar akan citra diri. Mereka berpikir panjang sebelum berinteraksi:
“Kalau aku like, nanti dia mikir apa?”
“Kalau aku balas, apa itu terlihat terlalu dekat?”

Alih-alih bertindak spontan, mereka memilih diam. Psikologi menyebutnya sebagai overthinking sosial, di mana seseorang lebih fokus pada kemungkinan penilaian orang lain daripada mengekspresikan diri secara alami.

3. Mereka Nyaman Menjadi Pengamat, Bukan Partisipan

Tidak semua orang merasa perlu menjadi pusat interaksi. Sebagian individu memang memiliki kepribadian observasional—lebih suka melihat, mencerna, dan memahami, daripada ikut terlibat.

Dalam konteks ini, story Anda menjadi semacam “jendela kehidupan” yang menarik bagi mereka. Mereka hadir, menyimak, bahkan mungkin menghargai, namun tidak merasa perlu menunjukkan respons secara eksplisit.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore