
seseorang yang sangat menyayangi saudara kandung./ Freepik/EyeEm
JawaPos.com - Hubungan dengan saudara kandung sering kali menjadi relasi paling unik dalam hidup manusia. Mereka adalah orang pertama yang tumbuh bersama kita, berbagi ruang, waktu, perhatian orang tua, bahkan luka dan tawa yang sama.
Tak heran jika perasaan terhadap saudara kandung kerap terasa kontradiktif: di satu sisi ada kasih sayang yang dalam, di sisi lain ada kejengkelan yang kadang sulit dijelaskan.
Menurut psikologi, kombinasi cinta dan rasa kesal terhadap saudara kandung adalah hal yang sangat manusiawi. Bahkan, justru menandakan adanya ikatan emosional yang kuat.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (22/1), jika Anda merasa “kok bisa ya saya sayang sekali, tapi juga sering kesal luar biasa?”, besar kemungkinan Anda pernah mengalami sembilan hal berikut ini.
1. Merasa Paling Mengenal Sisi Buruk Mereka, dan Mereka Juga Tahu Milik Anda
Saudara kandung tumbuh bersama Anda dalam fase-fase paling mentah dalam hidup. Mereka melihat Anda saat masih egois, cengeng, keras kepala, bahkan saat gagal total.
Menurut psikologi perkembangan, kedekatan jangka panjang ini menciptakan intimasi emosional tanpa filter.
Inilah sebabnya mengapa komentar kecil dari saudara kandung bisa terasa lebih menyebalkan dibandingkan kritik orang lain.
Mereka tahu tombol mana yang harus ditekan—dan sering kali menekannya tanpa sadar.
2. Mudah Tersinggung, tetapi Juga Paling Cepat Memaafkan
Anda mungkin pernah bertengkar hebat dengan saudara kandung, saling diam berhari-hari, bahkan berkata kasar. Namun anehnya, rekonsiliasi sering terjadi begitu saja, tanpa permintaan maaf panjang.
Psikologi menyebut ini sebagai secure attachment keluarga. Ikatan yang kuat membuat otak percaya bahwa hubungan ini “aman”, sehingga konflik tidak langsung dipersepsikan sebagai ancaman kehilangan permanen.
3. Merasa Diperlakukan Tidak Adil Sejak Kecil
Banyak rasa jengkel pada saudara kandung berakar dari masa kecil—entah merasa orang tua lebih memihak, lebih memuji, atau lebih melindungi salah satu anak. Dalam psikologi keluarga, ini dikenal sebagai perceived parental favoritism.
Menariknya, meskipun favoritisme itu mungkin tidak objektif, persepsi tersebut bisa membekas hingga dewasa dan memengaruhi dinamika emosi Anda terhadap saudara kandung.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
