Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Januari 2026, 02.03 WIB

Jika Anda Menyadari Waktu Terasa Lebih Cepat Setelah Usia 60, Otak Anda Mungkin Melakukan 7 Hal Ini Secara Berbeda Menurut Psikologi

seseorang yang menyadari waktu terasa lebih cepat./Freepik/Lifestylememory - Image

seseorang yang menyadari waktu terasa lebih cepat./Freepik/Lifestylememory

JawaPos.com - Banyak orang di atas usia 60 mengatakan hal yang sama: “Kok waktu terasa makin cepat, ya?”

Hari terasa singkat, bulan berlalu tanpa terasa, dan tahun seakan berganti dalam sekejap. Padahal, ketika masih muda, menunggu liburan saja rasanya seperti selamanya.

Fenomena ini bukan sekadar perasaan atau nostalgia. Psikologi dan ilmu saraf menunjukkan bahwa cara otak memproses waktu memang berubah seiring bertambahnya usia.

Bukan berarti otak “melemah”, melainkan ia bekerja dengan cara yang berbeda—lebih efisien, lebih selektif, dan lebih terfokus pada makna daripada detail.

Dilansir dari Geediting pada MInggu (25/1), terdapat 7 hal yang kemungkinan dilakukan otak Anda secara berbeda setelah usia 60, yang membuat waktu terasa berjalan lebih cepat.

1. Otak Menyimpan Lebih Sedikit “Penanda Baru” dalam Ingatan

Saat masih muda, hampir semua hal terasa baru: pekerjaan pertama, perjalanan pertama, cinta pertama, kegagalan pertama. Setiap pengalaman baru menciptakan penanda memori yang kuat.

Setelah usia 60, banyak aktivitas menjadi rutin. Rutinitas membuat otak bekerja hemat energi—ia tidak merekam detail secara mendalam karena tidak dianggap “baru”.

Akibatnya, ketika melihat ke belakang, otak menemukan lebih sedikit memori unik, sehingga waktu terasa seperti “melompat” cepat.

Bukan karena hari-harinya kosong, tapi karena tidak banyak peristiwa yang menonjol dalam ingatan.

2. Persepsi Waktu Bersifat Relatif terhadap Usia

Psikologi menyebut ini sebagai proportional time theory.
Satu tahun bagi anak usia 10 tahun adalah 10% dari hidupnya.
Namun satu tahun bagi orang usia 60 tahun hanya sekitar 1,6% dari hidupnya.

Secara tidak sadar, otak membandingkan waktu sekarang dengan keseluruhan pengalaman hidup. Semakin panjang hidup yang telah dijalani, semakin kecil “porsi” satu tahun terasa.

Inilah sebabnya ulang tahun, pergantian tahun, dan momen besar terasa datang terlalu cepat.

3. Otak Lebih Fokus pada Makna, Bukan Durasi

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore