Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Januari 2026, 03.53 WIB

Orang-orang yang Menikmati Masa Pensiun Mereka Sementara yang Lain Masih Mengeluh, Biasanya Telah Membuat 7 Keputusan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menikmati masa pensiun./Freepik/jcomp - Image

seseorang yang menikmati masa pensiun./Freepik/jcomp

JawaPos.com - Masa pensiun sering dibayangkan sebagai “akhir dari segalanya”. Tidak lagi bekerja, rutinitas berubah drastis, dan identitas yang dulu melekat pada jabatan perlahan menghilang.

Tak heran jika sebagian orang menghabiskan masa pensiun dengan keluhan: merasa kosong, tidak berguna, mudah marah, bahkan terjebak nostalgia masa lalu.

Namun menariknya, ada juga orang-orang yang justru terlihat lebih hidup setelah pensiun. Mereka tampak damai, aktif, penuh cerita, dan jarang mengeluh.

Bukan karena hidup mereka sempurna atau bebas masalah, melainkan karena mereka telah membuat keputusan-keputusan penting jauh sebelum dan sesudah memasuki masa pensiun.

Menurut psikologi, perbedaan ini bukan soal keberuntungan semata, tetapi tentang pilihan mental dan emosional yang konsisten.

Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (25/1), terdapat 7 keputusan yang biasanya dibuat oleh orang-orang yang benar-benar menikmati masa pensiun mereka.

1. Mereka Memutuskan Bahwa Nilai Diri Tidak Ditentukan oleh Pekerjaan

Banyak orang tanpa sadar mengikat harga diri mereka pada jabatan, gaji, atau status profesional. Ketika pensiun datang, identitas itu runtuh—dan bersamanya rasa percaya diri ikut hilang.

Orang yang menikmati masa pensiun membuat keputusan berbeda:
mereka memisahkan siapa diri mereka dari apa yang pernah mereka kerjakan.

Psikologi menyebut ini sebagai internal self-worth, yaitu nilai diri yang tidak bergantung pada pengakuan eksternal. Mereka memahami bahwa menjadi manusia bernilai tidak membutuhkan kartu nama atau titel di belakang nama.

2. Mereka Menerima Penuaan, Bukan Melawannya

Orang yang terus mengeluh di masa pensiun sering terjebak pada kalimat seperti:

“Dulu saya bisa…”

“Zaman saya masih kuat…”

“Sekarang sudah tidak seperti dulu.”

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore