Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2026, 20.24 WIB

Berhenti Memberi Tahu Orang Lain Ketika Sesuatu yang Baik Terjadi pada Anda karena Tak Ada yang Peduli? Kemungkinan Anda Telah Mengalami 7 Hal Ini

seseorang yang tidak memberi tahu bila hal yang baik terjadi./Freepik/freepik - Image

seseorang yang tidak memberi tahu bila hal yang baik terjadi./Freepik/freepik

JawaPos.com - Pernahkah Anda mengalami momen bahagia—sebuah pencapaian kecil, kabar baik, atau kemajuan yang Anda tunggu-tunggu—lalu secara refleks ingin membagikannya kepada seseorang, tetapi kemudian mengurungkan niat?

Bukan karena Anda ingin menyembunyikannya, melainkan karena ada suara kecil di kepala yang berkata, “Percuma. Tidak ada yang benar-benar peduli.”

Jika ini terdengar familiar, Anda tidak sendirian. Banyak orang perlahan berhenti berbagi kebahagiaan, bukan karena mereka tidak lagi bahagia, tetapi karena pengalaman-pengalaman sebelumnya membuat mereka merasa tak didengar, tak diapresiasi, atau bahkan diabaikan.

Di balik kebiasaan diam ini, sering kali tersembunyi luka-luka emosional yang tidak disadari.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (26/1), terdapat tujuh hal yang kemungkinan pernah Anda alami jika Anda mulai berhenti memberi tahu orang lain saat hal baik terjadi dalam hidup Anda.

1. Antusiasme Anda Pernah Disambut dengan Datar atau Diam

Tidak semua orang merespons kabar baik dengan semangat yang sama. Mungkin Anda pernah dengan penuh antusias menceritakan pencapaian Anda, hanya untuk dijawab singkat, diabaikan, atau dialihkan ke topik lain. Sekali dua kali mungkin terasa biasa saja, tetapi jika terjadi berulang kali, perlahan muncul perasaan bahwa kebahagiaan Anda tidak cukup penting untuk dirayakan bersama.

Akhirnya, Anda belajar menahan cerita sebelum sempat keluar dari mulut.

2. Anda Pernah Merasa Dibandingkan, Bukan Didukung

Alih-alih mendapat ucapan selamat, Anda justru menerima perbandingan: dengan orang lain, dengan standar yang lebih tinggi, atau dengan “seharusnya bisa lebih”. Pengalaman seperti ini membuat kebahagiaan terasa tidak aman untuk dibagikan. Anda belajar bahwa setiap cerita baik bisa berubah menjadi ajang pembuktian atau kritik terselubung.

Diam pun terasa lebih nyaman daripada harus membela perasaan sendiri.

3. Kebahagiaan Anda Pernah Diremehkan

“Ah, cuma itu?”
“Masih biasa saja.”
“Belum seberapa.”

Kalimat-kalimat seperti ini mungkin terdengar sepele bagi yang mengucapkannya, tetapi dampaknya bisa dalam. Ketika sesuatu yang berarti bagi Anda dianggap kecil, Anda mulai meragukan validitas perasaan bahagia itu sendiri. Akhirnya, Anda memilih menikmati kebahagiaan secara sunyi, tanpa perlu pembenaran dari siapa pun.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore