Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2026, 20.26 WIB

Orang-orang yang Masih Merasa Gembira di Usia 60-an ke Atas Biasanya Meninggalkan 9 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang merasa gembira di usia 60-an./Freepik/Lifestylememory - Image

seseorang yang merasa gembira di usia 60-an./Freepik/Lifestylememory

JawaPos.com - Banyak orang mengira kebahagiaan akan menurun seiring bertambahnya usia.

Tubuh tidak lagi sekuat dulu, lingkungan sosial berubah, dan berbagai kehilangan bisa terjadi.

Namun, psikologi justru menunjukkan hal yang menarik: banyak orang di usia 60-an, 70-an, bahkan lebih tetap merasa gembira, damai, dan puas dengan hidup mereka.

Kebahagiaan di usia lanjut ternyata bukan semata-mata soal keberuntungan atau kondisi fisik.

Lebih sering, kebahagiaan tersebut berkaitan dengan perilaku dan pola pikir yang mereka tinggalkan seiring bertambahnya usia.

Dilansir dari Geediting pada Senin (26/1), terdapat sembilan perilaku yang umumnya ditinggalkan oleh orang-orang yang tetap merasa gembira di usia 60-an ke atas, menurut perspektif psikologi.

1. Terlalu Mengkhawatirkan Pendapat Orang Lain

Di usia muda, banyak orang hidup dengan kebutuhan kuat untuk diterima dan diakui. Namun, individu yang bahagia di usia lanjut biasanya sudah berhenti membiarkan hidupnya dikendalikan oleh penilaian orang lain.

Psikologi menyebut ini sebagai peningkatan self-acceptance. Mereka tahu siapa diri mereka, apa nilai mereka, dan tidak lagi merasa perlu menjelaskan pilihan hidup kepada semua orang. Hasilnya adalah perasaan lega dan kebebasan emosional yang besar.

2. Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Perbandingan sosial adalah sumber ketidakbahagiaan yang besar. Orang yang tetap gembira di usia 60-an ke atas cenderung meninggalkan kebiasaan membandingkan hidup, pencapaian, atau kondisi mereka dengan orang lain.

Alih-alih bertanya, “Mengapa hidupku tidak seperti mereka?”, mereka lebih fokus pada pertanyaan, “Apa yang membuat hidupku bermakna saat ini?” Psikologi positif menunjukkan bahwa fokus pada rasa cukup (contentment) sangat berperan dalam kebahagiaan jangka panjang.

3. Menyimpan Dendam Terlalu Lama

Salah satu perubahan emosional paling sehat di usia lanjut adalah kemampuan untuk melepaskan dendam. Orang-orang yang bahagia menyadari bahwa menyimpan kemarahan hanya akan menguras energi mental dan emosional.

Psikologi menunjukkan bahwa memaafkan—bukan untuk orang lain, tetapi untuk diri sendiri—berkaitan erat dengan kesehatan mental, tekanan darah yang lebih stabil, dan tingkat stres yang lebih rendah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore