Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2026, 20.35 WIB

8 Perubahan Kecil yang Mengubah Jalan-Jalan Biasa Menjadi Bagian Favorit Anda Sepanjang Hari Menurut Psikologi

seseorang yang mengubah kebiasaan jalan-jalan./ Freepik/freepik - Image

seseorang yang mengubah kebiasaan jalan-jalan./ Freepik/freepik

JawaPos.com - Bagi banyak orang, jalan-jalan—entah menuju kantor, kampus, warung, atau sekadar mengitari kompleks—hanyalah jeda di antara dua tujuan. Sesuatu yang harus dilalui, bukan ingin dinikmati.

Namun psikologi justru menunjukkan sebaliknya: dengan perubahan kecil, momen berjalan kaki bisa menjadi salah satu bagian paling menenangkan, menyenangkan, bahkan bermakna dalam hari Anda.

Bukan soal jarak, cuaca, atau sepatu mahal. Yang berubah adalah cara otak Anda memaknai pengalaman tersebut.

Dilansir dari Geediting pada Senin (28/1), terdapat delapan perubahan kecil yang secara psikologis mampu mengubah jalan-jalan biasa menjadi ritual favorit Anda.

1. Berhenti Menganggap Jalan Kaki Sebagai “Waktu Hilang”

Dalam psikologi kognitif, cara kita memberi label pada suatu aktivitas sangat memengaruhi emosi yang muncul. Jika Anda memaknai jalan kaki sebagai waktu tunggu, otak akan gelisah dan tidak sabar.

Coba ubah narasinya:

Dari “Aku cuma jalan dari titik A ke B”

Menjadi “Ini waktu transisi untuk merapikan pikiranku”

Penelitian menunjukkan bahwa reframing sederhana seperti ini dapat menurunkan stres dan meningkatkan kepuasan subjektif. Jalan kaki bukan lagi pengisi waktu, tapi ruang mental.

2. Turunkan Kecepatan 10–15%

Kita sering berjalan terlalu cepat tanpa sadar—bahkan saat tidak sedang terlambat. Tubuh bergerak, tapi sistem saraf tetap berada dalam mode “siaga”.

Menurunkan kecepatan sedikit saja:

Mengaktifkan sistem saraf parasimpatik (relaksasi)

Membuat napas lebih dalam

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore